Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok III ayat 31-32 Surah al-Baqarah (2) saat yang sama beliau mendengar suara yang menyebut nama benda yang dipaparkan itu. Ada juga yang berpendapat bahwa Allah mengilhamkan kepada Adam as. nama benda itu pada saat dipaparkannya sehingga beliau memiliki kemampuan untuk memberi kepada maing-masing benda namanama yang membedakannya dari benda-benda yang lain. Pendapat ini lebih baik dari pendapat pertama. Ia pun tercakup oleh kata mengajar karena mengajar tidak selalu dalam bentuk mendiktekan sesuatu atau menyampaikan suatu kata atau idea, tetapi dapat juga dalafn arti mengasah potensi yang dimiliki peserta didik sehingga pada akhirnya potensi itu terasah dan dapat melahirkan aneka pengetahuan. Apapun makna penggalan ayat ini, namun yang jelas salah satu keistimewaan manusia adalah kemampuannya mengekspresikan apa yang terlintas dalam benaknya serta kemampuannya menangkap bahasa sehingga ini mengantarnya “mengetahui”. Di sisi lain, kemampuan manusia merumuskan idea dan memberi nama bagi segala sesuatu merupakan langkah menuju terciptanya manusia berpengetahuan dan lahirnya ilmu pengetahuan. Kata (E) tsumma/ kemudian pada firman-Nya: kemudian Dia memaparkannya kepada malaikat ada yang memahaminya sebagai waktu yang relatif lama antara pengajaran Adam dan pemaparan itu, dan ada juga yang memahaminya bukan dalam arti selang waktu, tetapi sebagai isyarat tentang kedudukan yang lebih tinggi, dalam arti pemaparan serta ketidakmampuan malaikat dan dan jelasnya keistimewaan Adam as. melalui pengetahuan yang dimilikinya, serta terbuktinya ketetapan kebijaksanaan Allah menyangkut pengangkatan Adam as. sebagai khalifah — semua itu — lebih tinggi nilainya daripada sekadar informasi tentang pengajaran Allah kepada Adam yang dikandung oleh penggalan ayat sebelumnya. Ucapan malaikat Maha Suci Engkau yang mereka kemukakan sebelum menyampaikan ketidaktahuan mereka, menunjukkan betapa mereka tidak bermaksud membantah atau memperotes ketetapann Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, sekaligus sebagai pertanda “penyesalan” mereka atas ucapan atau kesan yang ditimbulkan oleh pertanyaan itu. Firman-Nya: (SH ad cal dil) innaka anta al-'alim al-hakim/ sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Mengetahui (lagi) Maha Bijaksana, mengandung dua kata yang menunjuk kepada mitra bicara yaitu huruf (5) káf pada kata ( 4) ) innaka dan kata (csi) anta. Kata anta oleh banyak ulama dipahami dalam arti penguat sekaligus untuk memberi makna