Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok III ayat 35 Dan ketika Kami (Allah) berfirman “Hai Adam diamilah — engkau dan istrimu — surga (ini) dan makanlah darinya yang banyak lagi baik, di mana dan kapan saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” Ayat ini berhubungan dengan kandungan ayat 30 sampai dengan ayat 34. Seakan-akan kelima ayat lalu menguraikan satu epsiode dari kisah Adam, dan ayat ini serta ayat-ayat berikut adalah episode yang lain. Karena itu pula perintah merenungkan yang dipahami dari kata “idz” diulangi sekali lagi di sini yakni: Dan — setelah merenungkan asal kejadian dan tujuan penciptaan Adam as. renungkan juga — ketika Kami yakni Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui berfirman dengan menyatakan “Hai Adam diamilah dengan tenang, sebagaimana dipahami dari makna kata “uskun” engkau dan istrimu — berdua saja tidak bersama anak cucumu karena kamu tidak akan beranak cucu di surga ini dan makanlah sepuas kamu sebagian dan makanan-makanan-nya yang banyak lagi baik di mana dan kapan saja yang kamu sukai tanpa ada pembatasan kecuali untuk satu hal yaitu, dan janganlah kamu berdua mendekati apalagi memakan buah pohon ini. Karena, jika kamu mendekatinya kamu akan terjerumus dalam bahaya, sehingga menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim” yakni menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Tempat yang sebenarnya adalah tempat di mana Allah menetapkan kamu, jangan menjauh dari tempat itu, jangan mendekat ke pohon, kalau kamu mendekat maka itu bukan tempat yang tepat. Setan adalah musuh kamu, dia tidak pernah menginginkan kebaikan untukmu. Allah-lah yang selalu menghendaki kebaikan buat kamu. Jika kamu mengikuti setan, maka kamu menempatkan musuhmu bukan pada tempatnya, demikian juga jika kamu melanggar perintah Allah. Kamu tidak menempatkan dirimu dan tidak juga “menempatkan” Allah dengan semestinya. Di manakah surga tempat mereka itu? Banyak yang berpendapat bahwa itulah surga tempat mendapat ganjaran kelak di hari Kemudian. Ada juga yang berpendapat bahwa itu di bumi ini, bukan yang kelak akan didiami oleh mereka yang taat kepada Allah. Di manapun “surga” atau “kebun” itu, tidaklah menjadi persoalan yang penting, karena bukan itu yang menjadi tujuan pemaparan kisah ini. Yang jelas, dari namanya (12) jannah, ia adalah satu tempat yang dipenuhi oleh pepohonan. Sedemikian banyak dan lebatnya, sehingga menutupi pandangan. Demikian makna kata itu.