Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 180
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 180 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok III ayat 36 penilaian bahwa ada pihak lain yang menghalangi manfaat yang diinginkan atau karena sangka buruk terhadap pihak lain. Setelah menjelaskan pandangan di atas, Thahir Ibn “Asyur kemudian berkesimpulan bahwa sumber akhlak yang baik atau yang buruk adalah bisikan-bisikan hati yang baik atau yang buruk. Selanjutnya bisikan itu mendorong satu aktivitas, dan aktivitas ini bila berulang-ulang dilakukan menjadi kebiasaan yakni budi pekerti luhur atau bejat. Tetapi, kalau bisikan itu ditolak dan dibendungnya maka ia akan melemah dan tidak melahirkan akitivitas buruk. Itu sebabnya - tulis Ibn “Asyir lebih lanjut — agama melarang seseorang berfikir tentang maksiat serta memerintahkan membendung setiap pikiran buruk, bahkan siapa yang membatalkan akitivitas buruk yang akan dilahirkan oleh bisikan buruk, maka ia mendapat ganjaran. Sebaliknya agam4 memerintahkan memperturutkan bisikan hati positif, bahkan memberi satu ganjaran terhadap bisikan hati tersebut walau belum diwujudkan dalam bentuk aktivitas dan memberinya nilai sepuluh bila ia diwujudkan dalam dunia nyata. Melalui ayat ini dapat juga dipahami bahwa Allah swt. menciptakan manusia dalam keadaan memiliki potensi yang sangat besar untuk kebaikan. Bahkan menurut Ibn “Asyir, ia terbebaskan dari keburukan dan bisikan negatif sebagaimana halnya malaikat. Inilah menurutnya yang dimaksud dleh firman-Nya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (OS. at-Tin (95): 40). Manusia kemudian mengalami fase bertingkat-tingkat. Pertama fase pengajaran berbicara dan pengajaran nama-nama, dan ini merupakan awal dari kemampuan meraih pengetahuan, dan dengannya pula lahir ajar mengajar. Dengan demikian, pengilhaman bahasa kepada manusia merupakan awal dari kegiatan berpikir yang juga merupakan pintu masuk kepada kebajikan dan pendorong untuk melakukannya dan karena itu Anda melihat seorang anak bila menemukan sesuatu ia bersegera memanggil teman-teman sebayanya untuk melihatnya sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa manusia sebenarnya adalah pengajar secara naluriah. Bahasa di samping dapat merupakan sarana dan pendorong untuk meraih kebaikan, ia pun dapat digunakan untuk penipuan dan kebohongan. Selanjutnya manusia dilarang mendekati pohon. Ketika itu ia memiliki kemampuan untuk taat atau membangkang. Kemampuan ini merupakan fase berikutnya dan awal kehendaknya untuk memiliki sesuatu buat dirinya


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 180 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi