Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 184
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 184 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok III ayat 37 Ketika menafsirkan ayat ini, mufassir Thabathaba'i mengemukakan bahwa taubat dari Allah, berarti kembali-Nya kepada hamba dengan mencurahkan rahmat. Adapun taubat manusia, maka ia adalah permohonan ampun, disertai dengan meninggalkan dosa. Taubat manusia — lanjutnya berada antara dua jenis taubat Tuhan. Karena, manusia tidak dapat melepaskan diri dari Tuhan dalam keadaan apapun, maka taubatnya atas maksiat yang dia lakukan, memerlukan taufig, bantuan dan rahmat-Nya, agar taubat tersebut dapat terlaksana. Setelah itu, manusia yang bertaubat, masih memerlukan lagi pertolongan Allah dan rahmat-Nya agar upayanya bertaubat, benar-benar dapat diterima oleh-Nya. Demikian terlihat bahwa taubat manusia berada antara dua taubat Allah. Yang pertama, berupa kembalinya Allah memberi anugerah pada manusia dalam bentuk menggerakkan hatinya untuk bertaubat, dan menyesali dosanya, dan yang kedua — setelah manusia tadi memenuhi panggilan hatinya yang digerakkan Allah itu — Allah sekali lagi kembali atau taubat kepada hamba-Nya, tetapi kali ini dalam bentuk mengampuni dosanya, bahkan mengganti kesalahan atau kejahatan yang merka lakukan dengan kebajikan. Dalam OS. al-Furgan (25): 70 setelah menjelaskan siksa yang dihadapi oleh para pendosa, Allah berfirman: “.. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah “dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Kalimat-kalimat yang diterima Adam dari Allah itulah, yang mendorongnya memohon ampun. Ini adalah taubat Allah yang pertama. Selanjutnya berkat kalimat-kalimat itu, Adam as. bertaubat, dan berkat taubat-Nya yang tulus, Allah menerimanya dengan bertaubat dalam arti kembali lagi kepada Adam as. dengan limpahan karunia-Nya. Allah at-tawwdh, dalam arti berulang-ulang kembali kepada hambahamba-Nya, memberi mereka dorongan untuk bertaubat, dan berulangulang pula kembali untuk menerima taubat mereka, dalam arti melimpahkan rahmat-Nya. Allah senang menerima taubat hamba-hamba-Nya. Seorang musafir di tengah padang pasir, kehilangan unta dan bekalnya. Letih sudah ia mencari, sampai harapannya pupus, dan ia tertidur di bawah naungan sebuah pohon. Tetapi, ketika matanya terbuka, tiba-tiba dia menemukan di hadapannya unta dan bekalnya yang hilang itu. Betapa gembiranya, sampai-sampai, sambil memegang kendali untanya, ia berseru keseleo lidah: Wahai Tuhan, Engkau hambaku dan aku Tuhan-Mu. “Kegembiraan Allah


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 184 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi