Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 187
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 187 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok III ayat 38-39 Surah al-Baqarah (2) mnhd yang berarti darinya, yakni dati surga. Dan ditegaskan dengan kata (W& ) jami'an/ semua, yakni semua harus turun, bukan hanya si penggoda. Bisa jadi juga, pengulangan itu dimaksudkan untuk menjelaskan dua hal yang berbeda. Perintah turun pertama mengisyaratkan turun ke bumi tempat makan, minum, dan bermusuhan. Sedangkan perintah turun kedua untuk mengisyaratkan turunnya martabat keagamaan mereka, yakni martabat Iblis akibat pembangkangan dan godaannya kepada Adam dan istrinya, dan martabat Adam bersama istrinya akibat mengikuti rayuan Iblis dan mencicipi buah pohon terlarang. Akhir ayat ini menekankan agar nanti apabila datang kepada kamu, wahai Adam dan pasangamu serta anak cucumu, petunjuk yang bersumber dari-Ku, yakni melalui penyampaian para nabi, baik wahyu kitab suci maupun bimbingan dan atau keteladan para nabi, atau hasil penalaran yang lurus, maka ikutilah petunjuk-Ku. Jangan ikuti petunjuk yang bertentangan dengannya, karena siapapun yang mengikuti petunjuk-Ku maka tiada rasa takut yang mengatasi mereka, dan tidak pula mereka akan bersedih. Takut adalah kegoncangan hati menyangkut sesuatu yang negatif di masa akan datang, dan sedih adalah kegelisahan menyangkut sesuatu yang negatif yang pernah terjadi. Ya, bisa jadi sesekali mereka takut, tetapi ketakutan itu tidak mengatasi kemampuan mereka untuk bertahan, tidak jiga meliputi seluruh jiwa raga mereka. Demikian juga dengan kesedihan sebagai manusia, mereka tentu saja tidak dapat luput dari kesedihan, tetapi itu tidak akan berlanjut. Sebaliknya, orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah dan enggan bertaubat, mereka itulah penghuni neraka yang kekal. Mereka kekal bukan saja karena mereka kafir, tetapi juga karena mendustakan ayat-ayat Allah. Kata mendustakan memberi kesan bahwa mereka tahu dan mengerti, tetapi menolak dan mengingkari. Bisa jadi Allah mempunyai kebijaksanaan lain bagi yang kafir bukan karena mendustakan. Boleh jadi mereka tidak kekal. Memang, kekufuran bertingkat-tingkat. Ada kufur “nåd, yakni keingkaran karena keras kepala, enggan menerima kebenaran walau telah mengetahuinya. Ada kufur jahalat, yakni karena kebodohan, ada kufur nikmat, dan lain-lain. Firman-Nya: (S.A Sal UP) ja immd ya tiyannakum minni hudan/ lalu jika datang petunjuk-Ku kepada kamu. Dipahami oleh sementara ulama sebagai redaksi yang menunjukkan sisa-sisa teguran kepada Adam as. dan pasangannya. Ini karena redaksi tersebut menggunkan kata jika. Kata itu


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 187 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi