Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 188
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 188 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok III ayat 38-39 yang mengandung makna keraguan terjadinya apa yang diberitakan, seakanakan mengisyaratkan bahwa petunjuk tersebut belum tentu datang, karena petunjuk yang lalu yang telah disampaikan telah dilanggar. Ini serupa dengan ucapan seorang majikan kepada anak buahnya yang melanggar perintah sang majikan. Setelah sang majikan memarahinya ia berkata, “Suatu waktu kalau saya menyuruhmu maka jangan lakukan hal serupa.” Penggalan ayat ini tidak dapat dijadikan alasan untuk pendapat yang menyatakan manusia dengan akalnya dapat berdiri sendiri dan ia tidak membutuhkari kehadiran rasul membawa petunjuk-petunjuk Allah swt. Penggalan ayat ini dapat juga dipahami dalam arti perjanjian yang diikat antara Allah dan Adam as. beserta anak cucunya, bahwa mereka akan mengikuti petunjuk Allah jika petunjuk tersebut tiba. Masing-masing mengikuti petunjuk yang tiba pada masanya. Dengan demikian, petunjuk Allah yang diterima pada masa Nabi Muhammad saw. wajib diikuti oleh semua manusia sejak yang hidup ketika itu hingga akhir zaman, karena petunjuk tersebut ditujukan kepada semua manusia dan sepanjang masa, lebih-lebih karena tidak ada lagi petunjuk Ilahi sesudahnya. Pendapat ini dikuatkan oleh kata hudan yang berbentuk nakirah (indefinit) yang dikemukakan dalam redaksi bersyarat sehingga menjadikan makna hudan/ petunjuk ita bersifat umum dan menyeluruh. Demikian Allah swt. mengakhiri kisah manusia, atau kisah Adam as. Apakah kisah ini benar-benar terjadi, atau dia adalah kisah simbolik? Ada yang berpendapat bahwa kisah ini adalah simbolik. Penyampaian tentang rencana menciptakan manusia adalah tanda kesiapan bumi untuk dihuni manusia, setelah sekian lama berproses. Ma/aikat adalah hukumhukum alam, sujudnya malaikat pertanda kemampauan manusia menggunakan hukum-hukum alam. Setan adalah lambang kejahatan. Keengganannya sujud pertanda bahwa kejahatan akan selalu ada di pentas bumi ini. Ia akan terus bertarung dengan kebaikan. Ada lagi yang berpendapat bahwa pohon telarang adalah hubungan seks, karena itu katanya — Adam dan istrinya menemukan diri telanjang seakan-akan ketelanjangan adalah akibat hubungan seks. Masih banyak pendapat lain yang sebaiknya tidak dikemukakan di sini, baik untuk dikukuhkan atau pun dibantah.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 188 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi