Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 41 AYAT 41 = æ s 2 T a 3 +e - ai - t a La SU SARA AS INN SI Yg (Sia A Wa ar r : tx SEIP oa UI “Dan berimanlah kepada apa yang telah A1kn turunkan, yang membenarkan apa yang ada pada kamu dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, serta janganlah menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga"yang sedikit, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.” Dengan lebih tegas lagi ayat ini melanjutkan tuntunan ayat sebelumnya, yakni mengajak mereka untuk memeluk Islam. ( «Sau Udi ad Aa W gay) wa dmind bi md angaltu mushaddigan limi ma 'akum/ dan berimanlah kepada apa yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa yang ada pada kamu. Penggalan ayat ini merupakan ajakan untuk beriman kepada al-Qur'an sekaligus bukti yang dikemukakan kepada Bani Isra'il. Ajakan tersebut dikukuhkan dengan menyatakan bahwa kandungan al-Qur'an membenarkan yang ada pada kamu, yakni kitab Taurat, Zabur dan lain-lain. Termasuk yang ada pada mereka adalah apa yang mereka sembunyikan dan yang termaktub dalam Kitab mereka tetapi telah mereka ubah. Bahwa al-Qur'an membenarkan apa yang ada pada mereka, seharusnya lebih mendorong mereka untuk mempercayainya. Di sisi lain, pernyataan al-Qur'an yang disampaikan melalui Nabi Muhammad saw. yang ummi, tidak pandai membaca dan menulis, merupakan bukti bagi mereka bahwa al-Qur'an bukan bersumbur dari Nabi Muhammad saw., tetapi benar-benar dari Allah swt. Selanjutnya, kalau apa yang yang tercantum dalam kitab suci mereka telah membenarkan al-Qur'an, tentu saja al-Qur'an adalah benar. Paling tidak, buat mereka yang percaya kepada kitab Taurat. Dengan demikian, persamaan dan pembenaran al-Qur'an terhadap apa yang ada pada mereka menjadi bukti kebenarannya bagi Ahl al-Kitab khususnya yang tidak fasih berbahasa Arab, sebagaimana keindahah susunan kata-katanya, merupakan bukti bagi orang-orang yang mendalami segi sastra bahasa. Menurut Thahir Ibr “Asyar, penggunaan kata apa yang telah Aku turunkan, bukan dengan menyebut langsung nama al-Our'an, bertujuan di samping menegaskan bahwa al-Oui in bersumber dan diturunkan oleh