Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 195
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 195 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok IV ayat 43 Surah al-Baqarah (2) dengan ucapan. Sedangkan ucapan adalah sesuatu yang sangat mudah. Ia bisa saja diucapkan walau hati tidak membenarkannya, sebagaimana halnya orang-orang munafik yang dilukiskan oleh ayat 8 surah ini. Nah, untuk membuktikan kebenaran ucapan itu mereka dituntut agar melaksanakan shalat, karena shalat adalah aktivitas yang menunjukkan pengagungan kepada Allah semata, dan sujud kepada-Nya merupakan bukti pengingkaran terhadap berhala-berhala. Demikian juga dengan zakat, karena menyisihkan secara tulus sebagian harta yang dimiliki tidak akan dilakukan kecuali oleh mereka yang percaya hari Kemudian, lebih-lebih bila disalurkan kepada upaya mengukuhkan agama atau menghadapi musuh-musuh Allah dan rasul. Mufassir Abu Hayyan menulis bahwa ketiga ayat yang lalu tersusun sedemikian tepat dan serasi. Ini terlihat dengan jelas dengan perintah-Nya pertama kali kepada Bani Isra'il untuk mengingat nikmat Allah yang dianugerahkan-Nya kepada mereka, karena ini mengantar mereka untuk mencintai-Nya dan taat kepada-Nya. Selanjutnya diperintahkan-Nya untuk memenuhi perjanjian yang dijalin antara mereka dengan Allah swt., yang didorong dengan janji Allah untuk memenuhi pula janji-Nya kepada mereka. Kemudian diperintahkan-Nya untuk takut pada siksa-Nya jika mereka tidak memenuhi janji itu. Dengan demikian perintah untuk memenuhi janji diapit soleh perintah mengingat nikmat dan anugerah-Nya dan perintah takut membangkang kepada-Nya. Setelah itu diperintahkan-Nya untuk beriman dengan keimanan khusus yaitu beriman kepada al-Our'an, dan ini didorongnya dengan menegaskan bahwa ia membenarkan apa yang ada pada mereka, jadi, bukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada pada mereka, kemudian disusul dengan larangan mengganti sesuatu yang bernilai dengan yang tidak bernilai, setelah itu diperintahkan-Nya untuk bertakwa yang disusul dengan larangan mengaburkan yang hag dan mencampurnya dengan yang batil, dan dilarang-Nya juga menyembunyikan kebenaran. Dengan demikian, perintah beriman merupakan perintah untuk meninggalkan kesesatan dan larangan mencampuradukkan yang hag dengan yang batil serta menyembunyikan kebenaran merupakan perintah untuk meninggalkan penyesatan terhadap orang lain. Selanjutnya karena kesesatan dan atau penyesatan lahir dari dua hal, yaitu pertama mengemas kebatilan sehingga nampak sebagai kebenaran — ini kalau dalil dan keterangannya telah diketahui oleh yang akan disesatkan — dan kedua menyembunyikan kebenaran dan keterangan-keterangannya jika belum diketahui, maka kedua hal tersebut diisyaratkan-Nya dengan larangan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 195 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi