Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 197
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 197 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok IV ayat 44 Surah al-Baqarah (2) sendiri durhaka, menganiaya, dan khianat. Terhadap mereka juga kecaman ayat ini ditujukan. Apakah kalian wahai Bani Isri'il, atau pemuka-pemuka agama Yahudi menyuruh orang lain yakni kaum musyrikin atau kelompok lain dari orangorang Yahudi yang seagama dengan kamu, atau orang lain siapa pun dia melakukan aneka kebajikan, dan kamu melupakan diri kamu sendiri, yakni melupakan menyuruh diri kalian melakukan kebajikan itu, atau kalian sendiri tidak mengerjakan kebaikan itu? Tindakan demikian jelas merupakan perbuatan yang buruk. Kalian melakukan keburukan itu, padahal kamu membaca kitab suci yakni Taurat yang mengandung kecaman terhadap mereka yang hanya pandai menyuruh tanpa mengamalkan. Tidakkah kamu berakal, yakni tidakkah kalian memiliki kendali yang menghalangi diri kalian terjerumus dalant dosa dan kesulitan? Kata (%1) al-birr berarti kebajikan dalam segala hal, baik dalam hal keduniaan atau akhirat, maupun interaksi. Sementara ulama menyatakan bahwa al-birr mencakup tiga hal; kebajikan dalam beribadah kepada Allah svt., kebajikan dalam melayani keluarga dan kebajikan dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Demikian Thâhir Ibn ‘ʻÅsyûr. Apa yang dikemukakan itu belum mencakup semua kebajikan, karena agama menganjurkan hubungan yang serasi dengan Allah, sesama manusia, lingkungan serta diri sendiri. Segala sesuatu yang menghasilkan keserasian dalam keempat unsur tersebut adalah kebajikan. Kata ( #S—dil) anfusakum adalah bentuk jamak dari kata ( yä ) nafs. la mempunyai banyak arti, antara lain totalitas diri manusia, sisi dalam manusia, atau jiwanya. Yang dimaksud di sini adalah diri manusia sendiri. Ayat ini mengandung kecaman kepada setiap penganjur agama yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang dianjurkannya. Ada dua hal yang disebut oleh ayat ini yang seharusnya menghalangi pemukapemuka agama itu melupakan diri mereka. Pertama bahwa mereka menyuruh orang lain berbuat baik. Seorang yang memerintahkan sesuatu pastilah dia mengingatnya. Sungguh aneh bila mereka melupakannya. Yang kedua adalah mereka membaca kitab suci. Bacaan tersebut seharusnya mengingatkan mereka. Tetapi ternyata keduanya tidak mereka hiraukan sehingga sungguh wajar mereka dikecam. Walaupun ayat ini turun dalam konteks kecaman kepada para pemuka Bani Isra’il, tetapi ia tertuju pula kepada setiap orang terutama para muballigh dan para pemuka agama.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 197 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi