Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 199
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 199 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok IV ayat 45 Surah al-Baqarah (2) kini mereka telah bersiap-siap untuk melaksanakan perintah-perintah Allah. Namun demikian, boleh jadi kebiasaan lama masih memberatkan langkah mereka, maka ayat ini menyodorkan resep yang amat ampuh agar mereka dapat melangkah maju menuju kebajikan. Kandungan resep itu adalah shalat dan sabar. Ada juga ulama yang memahami ayat di atas sebagai tuntunan kepada kaum muslimin yang taat baik bagi yang melaksanakan shalat dengan baik maupun yang yang tidak melakukan shalat sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Nabi Muhammmad saw. Di sisi lain, menurut penganut pendapat kedua ini, orang-orang Yahudi, tentu tidak wajar untuk diperintah agar menjadikan shalat sebagai penolong. Alasan ini tentu saja tidak pada tempatnya. Memahaminya sebagai tuntunan yang ditujukan kepada kaum muslimin bukan drang Yahudi, di samping mengaburkan hubungan ayat, juga kata dan yang terdapat pada awal ayat ini menunjukkan bahwa ia berhubungan dengan uraian yang lalu. Apapun hubungannya yang jelas ayat ini memerintahkan: Mintalah pertolongan yakni kukuhkan jiwa kamu dengan sabar yakni menahan diri dari rayuan menuju nilai rendah dan dengan shalat yakni dengan mengaitkan jiwa dengan Allah swt. serta bermohon kepada-Nya guna menghadapi segala kesulitan serta memikul segala beban. Dan sesungguhnya yang demikian itu yakni shalat dan sabar itu, atau beban yang akan kamu pikul sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yakni orang-orang yang tunduk dan yang hatinya merasa tenteram dengan berzikir kepada Allah. Kata ( a1) ash-shabr/ sabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Ia juga berarti ketabahan. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu. Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama, sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh, seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. Termasuk pula dalam katagori ini, sabar dalam menrima cobaan-cobaan yang menimpa jasmani seperti penyakit, penganiayaan dan semacamnya. Kedua, adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan, seperti sabar menahan amarah, atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 199 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi