Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 45 Sedang (iKaji) ash-shaldh, dari segi bahasa adalah doa, dan dari segi pengertian syariat Islam ia adalah “ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.” Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karunianya, mengingat Allah, dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. Demikian, shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka. Ayat di atas dapat bermakna: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Bisa juga bermakna, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong kamu, dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat, yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan. Memahaminya demikian, menghilangkan keberatan mereka yang menolak menjadikan ayat ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi. Memang orang Yahudi tidak shalat seperti shalatnya umat Islam, tetapi mereka juga mengenal shalat, apalagi shalat seperti dikemukakan di atas dapat berarti doa. Firman-Nya: (asi Je Si 3 K3 Wl5) wa innahh lakabtratun illa ‘alâ al-khasyi in