Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 206
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 206 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 48 Memang syafa'at ala dunia tidak akan terjadi di hari Kemudian, dan itulah yang dinafikan oleh sekian ayat. Syafa'at duniawi tidak diterima, bahkan tidak ada, demikian juga tebusan. Ini ditegaskan dalam konteks membantah dugaan yang bisa jadi terlintas dalam benak seseorang. Karena seperti diketahui, dalam kehidupan dunia tebusan dikenal dalam banyak hal. Di akhirat nanti, tebusan tidak ada, walau seandainya seseorang memiliki emas sewadah bumi. Kalau yang secara baik-baik berupa syafa'at atau tebusan tidak mungkin ada sebagaimana halnya di dunia, maka dengan cara lain pun tidak akan ada. Inilah yang dicakup oleh kandungan penutup ayat, dan tidak juga mereka dapat ditolong oleh siapa pun. Ulama sepakat tentang adanya syafa'at bagi mereka yang taat dalam rangka meningkatkan derajat mereka, serta bagi mereka yang taubat, tetapi sementara ulama dari kelompok mu'tazilah menolak adanya syafa'at bagi mereka yang melakukan dosa besar. Mereka menjadikan ayat ini sebagai salah satu dalil. Bentuk nakirah (indefinite) yang digunakan ayat ini pada kata nafs (seseorang) — yang dikemukakan dalam konteks menafikan sesuatu — menunjukkan makna umum dan mencakup siapa pun. Makna keumuman tersebut tetap berlaku, sehingga syafa'at di hari Kemudian tidak akan diperoleh oleh siapa pun, atau tidak akan diperoleh oleh mereka yang melakuKan dosa besar, serupa dengan yang dibicarakan oleh ayat ini. Apalagi kata mereka, sekian banyak ayat serupa yang secara tegas menafikan adanya syafa'at seperti firman-Nya dalam OS. al-Mu'min (40): 18: “Orangorang yang galim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya”, atau firman-Nya: “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at” 9S. al-Muddatstsir (74): 48. Kelompok Ahl as-Sunnah berpendapat bahwa kendati ayat ini dan ayat-ayat lain yang nampak secara lahir menafikan syafa'at secara umum, tetapi terdapat sekian ayat dan hadits-hadits Nabi saw. yang membatasi keumuman tersebut. Ayat-ayat dimaksud antara lain adalah Firman-Nya: “Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya” (OS. al-Anbiya' (21): 28), demikian juga OS. Saba' [34]: 23: ‘Dan tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diiginkan-Nya (memperoleh dan memberi syafa'at itu), sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang telah


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 206 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi