Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IV ayat 50 Surah al-Baqarah (2) seringkali berpotensi mengantar seseorang mengingat Allah, sebaliknya nikmat berpotensi mengantar manusia lupa diri dan lupa Tuhan. AYAT 50 ” a 2 - . 2 . è 3 gr 2 3 . (ed anji 3G Up dh Sl (Sp ja eS A “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untuk kamu, lalu Kami'selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan pengikut-pengikut Firaun sedang kamu sendiri menyaksikan.” Ayat ini sekali lagi mengingatkan mereka tentang nikmat Allah yang dilimpahkan kepada leluhur Bani Isra'il. Dengan sedikit rinci ayat ini memerintahkan Bani Isra'il: “Dan ingat pulalah di samping mengingat nikmat-nikmat yang lalu, ketika Kami belah laut yakni laut Merah yang dikenal juga dengan laut Galzum yaitu di satu daerah dekat Terusan Suez dewasa ini, atau yang dahulu dikenal dengan nama “Fam al-Hairuts” untuk kamu hai Bani Isra'il yang ketika itu bersama Nabi Musa meninggalkan Mesir menuju Sinai. La/u ketika itu, Kami selamatkan kamu dengan jalan Kami pisahkan air laut agar kalian dapat menyeberanginya, sehingga kalian dapat menghindar dari kejaran Fir'aun dan para tentaranya, dan Kami bela kalian dari kejaran mereka dengan jalan Kami tenggelamkan pengikut-pengikut Fir'aun sedang kamu sendiri menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepala kalian. Adapun Firaun maka Kami selamatkan badannya agar menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya sebagaimana terbaca dalam OS. Yunus (10J: 92. Ketika terjadi eksodus itu Nabi Musa as. bersama umatnya tidak menempuh jalan yang biasa ditempuh untuk menuju ke Sinai. Mereka tidak menelusuri pantai Laut Tengah yang jaraknya hanya sekitar 250 mil menuju Sinai. Tetapi mereka menelusuri jalan arah tenggara, menelusuri Laut Merah untuk menghindar dari lalu lalang kafilah sekaligus menjauhkan diri dari kejaran Fir'aun. Musa as. menempuh jalur tersebut atas perintah Allah sebagaimana diisyaratkan oleh OS. asy-Syu'ara” (26): 52. Allah memerintahkan menempuh jalur itu, agar dalam perjalanan menemukan Laut Merah dan terpaksa berhenti karena dihadang oleh laut yang kemudian dalam kenyataannya dijadikan Allah sebagai kuburuan bagi tentara Fir'aun. Demikian lebih kurang tulis Th4hir Ibn “Asyir. Ada yang berpendapat bahwa Musa as. bersama umatnya meninggal kan Mesir atas izin Fir'aun, tetapi rupanya setelah mereka berangkat, Fir'aun