Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IV ayat 53 Surah al-Baqarah (2) dengan dosa-dosa yang lain. Dalam redaksi ayat tersebut tidak disebutkan untuk apa lembu itu mereka jadikan. Dari konteksnya dan konteks ayatayat lain dipahami bahwa mereka menjadikannya sebagai sesembahan. Agaknya objek itu sengaja tidak disebutkan karena buruk dan tidak logisnya perbuatan tersebut, sehingga ia tidak wajar diabadikan. Penggalan kalimat ini merupakan tujuan utama uraian ayat dan sebagai pendahuluan untuk menggambarkan betapa ampunan Allah sedemikian luas buat mereka. Dosa itumenjadikan Allah mencap mereka sebagai orang-orang yanggalim. Memang, mereka sungguh zalim dan aniaya. Betapa tidak, Nabi Musa as. telah mengajarkan tauhid kepada mereka, Nabi Harin pun yang menemani selama kepergian Nabi Musa terus menerus mengingatkan mereka. Tidak sedikit pun alasan atau dalih yang dapat membenarkan tindakan mereka. Walau demikian, Allah tidak menyiksa mereka, bahkan memaafkan mereka setelah melakukan puncak dosa itu, dengan tujuan agar mereka mau bersyukur. Umat Nabi Misa as. yang menjadikan sapi sebagai sesembahan mereka, meniru orang-orang Kan'an yang mendiami daerah sebelah barat Palestina, Suriah dan Lebanon. Mereka menyembah berhala, antara lain yang terbuat dari tembaga dalam bentuk manusia berkepala lembu, yang duduk mengulurkan kedua tangannya bagaikan menanti pemberian. Kepada berhala inilah — yang mereka namai ba/— sesaji dipersembahkan, dan “tuhan” semacam itulah yang diminta oleh Bani Isra'il kepada Nabi Musa as. sebagaimana ditegaskan oleh OS. al-A'raf (7): 138. Kata (é) tsummaj kemudian pada firman-Nya: (Sa U yie ê) tsumma glaund 'ankum