Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 217
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 217 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok IV ayat 54 Surah al-Baqarah (2) AYAT 54 de a a a An SI) Tail sap JÉ usa D1 Sis Da Sau Pi K psát iii pé KP a Dan (ingatlah), ketika Misd berkata kepada kaumnya, “Hai kamuku, Sa kamu telah menganiaya diri kamu sendiri karena kamu telah menjadikan anak kmbu (sebagai sembahan kamu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu lebih baik bagi kamu di sisi Tuhan yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubat kamu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” t Ayat ini memerintahkan untuk merenungkan juga saat Musa as. berkata kepada kaumnya dalam rangka mengajak mereka bertaubat setelah begitu banyak pelanggaran mereka. Nabi Musa as. berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri penganiayaan yang menjadikan kamu wajar dijatuhi hukuman. Mereka dinamai menganiaya diri sendiri karena mereka sendiri — bukan orang lain — yang akan merasakan akibatnya. Penganiayaan memiliki bentuk yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat, puncaknya adalah syirik, yakni mempersekutukan Allah. Kaum Musa as. dinilai telah melakukan penganiayaan, “Karena kamu telah menjadikan anak lembu sebagai sembahan kamu,” demikian ucapan Nabi Musa yang direkam ayat di atas. Ini adalah satu dosa yang sangat besar, “Maka karena itu pula bertaubatlah kepada Tuhan Pencipta kamu,” tutur Musa as. Tuhan dalam ayat di atas ditunjuk dengan nama-Nya al-Bari', yakni Penapta makhluk dalam bentuk yang sangat harmonis. Mereka telah diciptakan dalam bentuk fisik dan psikis yang harmonis, yang seharusnya mengantar mereka bersyukur dan mengabdi kepada Allah swt. Tetapi Pencipta yang anugerah-Nya demikian mereka tinggalkan, dan memilih anak sapi untuk mereka sembah. Sapi atau kerbau adalah lambang kebodohan, apalagi anaknya. Anak sapi itulah yang mereka sembah, dan dengan demikian penyembahan tersebut menunjukkan bahwa kebodohan mereka setingkat dengan kebodohan sesembahan itu.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 217 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi