Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IV ayat 55-56 Surah al-Baqarah (2) AYAT 55-56 c is e sogna ii aaa 1 2e Ve et pat E Ustad (Sus d di SPP Wa KA A 23 KN OS SA (SY Ah Uya HS Ber a Ingatlah), ketika kamu berkata, “Hai Misa, kami tidak akan percaya (ucapanwapan) mu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Kemudian Kami bangkitkan kamu setelah kematian kamu, agar kamu bersyukur,” Ayat ini menunjukkan betapa besar dosa dan keburukan Bani Isra'il, yang oleh Allah diminta agar direnungkan oleh siapa pun untuk di hindari, sekaligus mengingat nikmat Allah kepada mereka yang ditegaskan oleh ayat 56 di atas. Lihatlah, betapa kasar ucapan mereka terhadap Nabi mereka dengan hanya memanggil namanya “Hai Mäså”. Selanjutnya, sungguh angkuh mereka dengan permintaan melihat Allah dengan terang sebagai syarat percaya kepada ucapan-ucapan Nabi Musa. Walaupun dalam teks ayat di atas tidak ditemukan kata #capan-ucapan, tetapi karena idiom yang digunakan kata (aji) nu'minu adalah (4) lam pala kata ( 4 ) laka, sedang biasanya ia langsung menyebut objeknya atau dengan menggunakan (=) bå; maka karena itu kata zidak percaya yang mereka maksud bukan tertuju kepada pribdai Nabi Musa as. tetapi kepada apa yang beliau sampaikan. Kata (3 yg ) jahratan/ terang-terangan yang digunakan ayat di atas, untuk meyakinkan bahwa bukan sekadar pengetahuan tentang Tuhan yang mereka kehendaki, tetapi melihatnya dengan mata kepala. Matahari saja tidak dapat ditatap oleh manusia, bagaimana pula untuk melihat Tuhan dengan mata kepala? Bukankan telah berulangkali diberikan kepada kalian bukti-bukti yang sangat jelas. Bukankah pula beranekaragam peringatan telah mereka terima? Syarat itu melampaui batas dan bukan pada tempatnya, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Yang dimaksud dengan halilintar oleh ayat ini boleh jadi api yang membakar akibat pertemuan listrik positif dan negatif di awan, boleh jadi juga udara yang tercemar akibat halilintar itu, atau suara halilintar. Apapun yang terjadi, yang jelas, sekali lagi Allah mencurahkan rahmat-Nya, karena lanjutan ayat di atas menyatakan bahwa, “Kemudian