Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 57 kami bangkitkan kamu setelah kematian kamu,” yakni setelah peristiwa halilintar itu, mereka dibangkitkan dengan kebangkitan yang terjadi di dunia ini, agar mereka bersyukur. Apakah sambaran halilintar mengakibatkan tercabutnya nyawa mereka atau hilangnya semangat hidup mereka, ataukah halilintar itu menjadikan mereka jatuh pingsan tidak sadarkan diri, hingga keadaan mereka serupa dengan orang mati, atau tidur, itu semua adalah aneka pendapat para ulama dalam memahami maksud ayat ini. Yang'jelas bahwa, setelah peristiwa itu Allah masih mencurahkan rahmat-Nya. Karena halilintar terjadi akibat perbenturan awan positif dan negatif, maka amat tepat bila mereka diingatkan pula tentang nikmat Ilahi yang mereka peroleh melalui awan. Inilah yang dikemukakan pada ayat berikut: AYAT 57 SE GO Ly US sai aK dzi, pai Ki; úi, gov} o alb; a FAS Siy uai G ‘Dan Kami menaungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepada kamu ‘mann’ dan 'as-sahvd?. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepada kamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi mereka berulang kali telah menganiaya diri mereka sendiri.” Setelah mengingatkan tentang kecaman dan pengampunan kembali, melalui ayat ini Allah mengingatkan tentang nikmat-Nya kepada Bani Isra'1. Demikianlah Yang Maha Pengasih itu membimbing hamba-hamba-Nya. Melalui ayat ini Bani Isra'il diingatkan bahwa: Dan Kami yakni Allah swt., melalui perintah Kami kepada awan menaungi kamu dengan awan. Ini terjadi ketika mereka tersesat di padang pasir yang terik selama empat puluh tahun sebagaimana dijelaskan oleh OS. al-M9'idah (SJ: 26. Ketersesatan di padang pasir antara Syam (yakni Palestina), Suriah, Lebanon dan Mesir sekarang menimpa mereka ketika mereka enggan memenuhi perintah Allah memerangi sekelompok orang-orang durhaka di Syam. Mereka ketika itu berkata: “Pergilah engkau wahai Misa dan Tuhanmu dan berperanglah berdua, kami hanya akan duduk menanti di sini” (OS. al-M#'idah (SJ: 24). Awan yang menaungi mereka di tengah teriknya panas matahari itu, adalah nikmat yang sungguh besar.