Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IV ayat 57 Surah al-Baqarah (2) Selanjutnya Allah swt. pada ayat di atas berfirman: Dan Kami turunkan kepada kamu al-mann dan as-salwd sehingga kalian tidak perlu berpayahpayah mencari makanan di daerah kering dan tandus itu. Makanlah sebagian dan makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepada kamu itu. Yang diperintahkan untuk dimakan hanya sebagian, bukan saja karena yang disediakan melimpah, tetapi juga demi menjaga kesehatan mereka. Al-mann adalah butir-butir warna merah yang terhimpun pada dedaunan, yang biasanya turun saat fajar, menjelang terbitnya matahari. Sampai saat ini — menurut Syekh Mutawalli asy-Sya'rawi ulama Mesir kenamaan (w. 1999 M) — almann masih ditemukan di Irak. Banyak orang yang keluar di pagi hari membawa kain-kain putih yang lebar bagaikan sperei dan meletakkannya di bawah pohon-pohon yang dedaunannya dihinggapi butir-butir merah itu, kemudian menggerakkannya sehingga butir-butir tersebut berjatuhan di atas kain putih tadi. Th4hir Ibn “Asyir menjelaskan bahwa g/-mann adalah satu bahan semacam lem dari udara yang hinggap di dedaunan, mirip dengan gandum yang basah. Rasanya manis bercampur asam, berwarna kekuning-kuningan. Banyak ditemukan di Turkistan dan sedikit di tempat lain. Ia baru ditemukan di Sinai sejak masa Bani Isra'il tersesat di sana. Asy-Sya'rawi menilai a/mann sangat lezat bagaikan manisan dari madu. Dalam Perjanjian Lama, Keluaran XV dijelaskan juga tentang a/-mann bahwa ia adalah sesuatu yang datang bersama embun pagi di sekeliling perkemahan mereka. Ia membeku dan halus seperti sisik. Sedang dalam Bilangan XI: 7 dijelaskan bahwa a/-mann seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah. Bani Isra'il memungut dan menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar, rasanya seperti rasa panganan yang digoreng. As-salwd adalah sejenis burung. Sementara riwayat menginformasikan bahwa ia sebangsa puyuh yang datang berbondong-bondong, berhijrah dari satu tempat yang tidak dikenal dan dengan mudah ditangkap untuk kemudian disembelih dan dimakan. Burung itu mati apabila mendengar suara guntur, karena itu mereka berhijrah mencari daerah-daerah bebas hujan. Itu rezeki yang dianugerahkan Allah kepada orang-orang Yahudi yang sedang tersesat di padang pasir, yang seharusnya mereka syukuri. Tetapi rupanya mereka atau sebagian besar mereka tidak bersyukur dan terus berdosa — serta melakukan penganiayaan, dan sebagaimana dituturkan oleh kelanjutan firman Allah swt. di atas, apa yang mereka