Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IV ayat 60 Surah al-Baqarah (2) ait yang tadinya tertutup oleh batu, maka ketika tanah digali dan batu dipecahkan dengan tongkat, maka airpun memancar. Pendapat ini berupaya merasionalkan pemahaman ayat, hanya saja mengurangi fungsi tongkat Nabi Musa as. yang secara tegas dinyatakan Allah sebagai mukjizat Ilahi (baca OS. Thaha (20): 17-20). Betapapun, yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa doa Nabi Misa as. itu diperkenankan Allah, tetapi bukan serta merta tanpa perintah berusaha. Air memang memancar, tetapi setelah usaha + walau hanya simbolik — yaitu memukulkan tongkat pada batu. Dengan demikian, jika Anda berdoa, jangan berpangku tangan menunggu pengabulannya, tetapi lakukan sesuatu yang berada dalam kemampuan Anda. Ayat di atas menggambarkan peristiwa memancarnya air dengan kalimat ( o prä ) fgnfajarat, sementara di tempat lain redaksi yang digunakan adalah ( c——mup4) fanbajasat (OS. al-A'raf (Tj: 160), yakni keluar sedikit atau tidak deras. Anda jangan duga bahwa ayat itu bertentangan dengan ayat ini. Ia tidak bertentangan, karena yang itu berbicara tentang awal memancarnya mata air dan yang ini setelah beberapa lama dari pemancaran pertama itu. Dwa belas mata air, karena ketika itu ada dua belas suku atau kelompok Bani Isra'il yang hidup sendiri-sendiri. Mereka adalah anak cucu Nabi Ya'gub. Itu sebabnya penggalan ayat selanjutnya menyatakan: Sungguh setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masingmasing. Adanya mata air untuk setiap suku merupakan nikmat tersendiri, karena dengan demikian mereka tidak perlu bertengkar, dan dengan demikian pula persatuan dan kesatuan mereka dapat lebih terpelihara. Air tersebut pastilah segar, jernih dan bersih sebab lanjutan ayat di atas menyatakan, “Makanlah al-mann dan as-salwa dan minumlah rezeki Allah, yakni air yang memancar itu dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi lengan berbuat kerusakan.” Maksud pesan terakhir ini antara lain adalah, jaga kelestarian alam, pelihara kebersihan lingkungan, jangan gunakan air berlebihan atau bukan pada tempatnya. Peringatan agar tidak melakukan pengrusakan di bumi, karena tidak jarang orang yang mendapat nikmat lupa diri dan lupa Allah sehingga terjerumus dalam kedurhakaan. Benar, ternyata sekali lagi mereka belum puas, bahkan durhaka. Walaupun al-mann dan as-salwa telah melimpah buat mereka, air pun telah tersedia dengan cukup untuk seluruh anggota masyarakat mereka, ternyata