Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 226
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 226 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 60 rasa haus atau penyakit akan sangat berkurang bahkan tidak dirasakan jika perhatian ditujukan kepada hal lain. Agaknya demikianlah yang dialami oleh mereka yang berhasil mengatasi kesulitan yang dihadapinya. Ada hal yang menonjol pada Nabi Musa as. dan kaumnya, yaitu individualisme. Penampilan perorangan sangat menonjol. Lihatlah misalnya ucapan Nabi Musa ketika beliau dan kaumnya dikejar oleh Fir'aun dan tentaranya di Laut Merah. Di sana Nabi Musa as. menonjolkan keakuannya. Ketika kaumnya berkata: “Sesungguhnya kita pasti terkejar dleh Fir'aun dan tentaranya” beliau menjawab sebagaimana diungkap oleh al-Our'an: “Sekali-kali tidak, sesungguhnya Tuhanku beserta aku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (OS. asy-Syu'ara” (26): 62). Sungguh berbeda sikap ini dengan sikap Nabi Muhammad saw. yang mengalami peristiwa serupa, ketika dikejar oleh orangsorang musyrik saat bersama Sayyidina Abu Bakr ra. berhijrah ke Madinah. Ketika itu beliau menjawab keluhan sahabatnya itu dengan berkata seperti diabadikan al-Qur'an: ‘Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. at-Taubah [9]: 40). Allah swt. mengabulkan permohonan Nabi Musa, pengabulan yang cepat tanpa penantian yang lama sebagaimana dipahami oleh penggunaan huruf fa yang berarti maka, bukan (&) tsumma/ kemudian dalam firmanNya: (Manu 0p mel UBI) fagulnd idhribhhu bi ba'dhih8/ maka Kami berfirman: “Pukullah dengan tongkatmu batu.” Didahulukannya kata tongkat pada penggalan ayat ini adalah untuk mengisyaratkan bahwa tongkat tersebut memiliki keistimewaan sebagai mukjizat Nabi Musa as, beliau memukul batu apapun. Ada juga yang berpendapat bahwa yang diperintahkan adalah memukul batu tertentu, dan karena itu ada yang menerjemahkan kata batu dengan menambahkan kata 14. Banyak riwayat yang aneh dan tidak dapat dipertanggungjawabkan tentang batu tertentu itu. Penulis sulit menerimanya. Tidak dapat disangkal, bahwa mukjizat dan anugerah Ilahi semakin nyata bila yang dipukul adalah batu apa saja, bukan batu tertentu yang konon selalu dibwa oleh Nabi Musa as. Memang, di sini ada mukjizat bukan saja pukulan tongkat yang mengundang kehadiran air, tetapi juga bahwa air itu tidak turun dari langit, tetapi memancar dari sesuatu yang selama ini tidak pernah menjadi sumber air, yakni batu. Demikian uraian sementara ulama. Pendapat lain tidak melihat hal ini sebagai mukjizat. Kata mereka, bukankah kita biasa melihat air memancar melalui batu. Air itu bukan berasal dari batu, tetapi dari mata


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 226 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi