Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 62 Melalui ayat ini Allah memberi jalan keluar sekaligus ketenangan kepada mereka yang bermaksud memperbaiki diri. Ini sejalan dengan kemurahan Allah yang selalu membuka pintu bagi hamba-hamba-Nya yang insaf. Kepada mereka disampaikan bahwa jalan guna meraih ridha Allah bagi mereka serta bagi umat-umat lain, tidak lain kecuali iman kepada Allah dan hari Kemudian serta beramal saleh. Karena itu ditegaskannya bahwa: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, yakni yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad saw., orang-orang Yahudi, yang mengaku berinfan kepada Nabi Musa as. dan orang-orang Nasrani yang mengaku beriman kepada “Isa as. dan orang-orang Shabi'in, kaum musyrik atau penganut agama dan kepercayaan lain, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian sebagaimana dan sesuai dengan segala unsur keimanan yang diajarkan Allah melalui para nabi serta beramal saleh, yakni yang bermanfaat dan sesuai dengan nilai-nilai yang ditetapkan Allah, muka untuk mereka pahala amal-amal saleh mereka yang tercurah di dunia im dan tersimpan hingga di akhirat nanti di sisi Tuhan Pemilihara dan Pembimbing mereka, serta atas kemurahan-Nya, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka menyangkut sesuatu apapun yang akan datang, dan tidak pula mereka bersedih hati menyangkut sesuatu yang telah terjadi. Kegaman dan siksa yang diuraikan ayat-ayat yang lalu boleh jadi diduga sementara orang tertuju kepada semua Bani Isra'il. Untuk menampaik dugaan keliru itu, maka ayat ini memulai informasinya dengan kata (o) inna/ sesungguhnya. Memang banyak orang yang menduga bahwa kedurhakaan orang-orang Yahudi mencakup semua mereka, padahal tidak demikian. “Sementara sahabat-sahabat saya heran ketika saya sampaikan bahwa pada saat berada di Roma saya berkunjung ke kuburan Petrus untuk memperoleh berkatnya, karena beliau adalah salah seorang bawariyin (sahabat Nabi “Isa as. yang setia)” Demikian tulis Ibn “Asyir ketika menafsirkan ayat ini. Yang dimaksud dengan kata ('4s3W) hid adalah orang-orang yahudi atau yang beragama Yahudi. Mereka dalam bahasa Arab disebut (5,6) yahiid. Sementara ulama berpendapat bahwa kata ini terambil dari bahasa Ibrani, (3yp) yahudg. Dalam bahasa Arab kata ini ditulis hanya dengan sedikit sekali perbedaan yaitu meletakkan titik di atas huruf dàl. Perlu diingat bahwa peletakan titik dan baris pada aksara Arab dikenal jauh setelah turunnya al-Qur'an? Di sisi lain, bahasa Arab seringkali mengubah pengucapan satu kata asing yang diserapnya. Di sini hal tersebut pun demikian. Penamaan tersebut — menurut Thahir Ibn “Asyiir — baru dikenal