Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 63 ketika mereka pada mulanya memohon untuk melihat Allah di dunia ini dengan mata kepala, lalu Allah memperdengarkan kepada mereka halilintar yang “mematikan” mereka, dan setelah mereka “dihidupkan kembali” mereka menolak mengamalkan kandungan kitab suci karena menilainya berat untuk dilaksanakan. Menghadapi pembangakangan itu Allah mengangkat gunung Thursina dan mengancam untuk menjatuhkannya di atas kepala mereka. Ketika itu, barulah mereka tunduk dan sujud, pertanda bersedia mengamalkannya. Konon mereka bersujud sambil mengarahkan pandangan ke arah gunung di atas mereka, takut jangan sampai gunung itu jatuh di atas mereka. Itu sebabnya — sebagaimana dituturkan oleh asySya'rawi — hingga kini cara sujud orang Yahudi adalah dengan mengarahkan sebelah wajah kebawah dan sebelahnya yang lain memandang menuju ke atas. Thahir Ibn “Asyir mengemukakan pendapat lain tentang makna Kami angkat gunung. Menurutnya, ketika Allah bertajali ke gunung (menampakkan cahaya-Nya melalui gunung dengan satu cara yang tidak kita ketahui), gunung tersebut bergerak bahkan hancur, asap berterbangan, guntur bersahut-sahutan dan kilat menyambar. Nah, ketika itu boleh jadi mereka bagaikan melihat gunung seperti awan yang berada di atas mereka, karena itu pula dalam OS. al-A'raf (7