Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
t 225% Kelompok IV ayat 67-71 Surah al-Baqarah (2) kon penghormatan mereka kepada sapi, yang suatu ketika pernah mereka sembah (baca ayat 51), dan dalam rangka menunjukkan kekuasaan Allah membangkitan yang mati melalui sesuatu yang mati, serta membuktikan betapa luas pengetahuan-Nya. Sebenarnya jawaban Nabi Musa as. itu telah cukup. Apalagi di celahcelah jawaban beliau ada semacam sindiran bahwa bisa jadi merekalah orang-orang yang jahil, karena menduga Nabi mereka berolok- olok atau Allah berbuat tanpa alasan. Namun demikian, mereka memunculkan pertanyaan kedua, ketiga dan keempat, yakni “Sapi apakah itu? Berapa umurnya? Apa warnanya? Bagaimana hakikatnya? Semua pertanyaan yang tdak beralasan itu mereka ajukan, padahal semuanya tidak diperlukan kalau mereka memang tulus melaksanakan perintah. Tapi keadaannya tidak demikian. Bahkan pertanyaan yang bukan pada tempatnya itu mereka ajukan dalam redaksi yang mengandung pelecehan terhadap Tuhan dan Nabi Misa as Mereka bukan berkata, “Berdoalah kepada Tuhan kita.” Tetapi berulangulang mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu.” Pertama, ketika mereka bertanya, “Sapi apakah itu?” Nabi Misa as. menjawab bahwa “Sesungguhnya (demikian Nabi Musa menguatkan kalimatnya) Dia berfirman,” Nabi Musa as. menegaskan bahwa ini adalah firman Allah, bukan ucapan berdasar kemauan atau pendapatnya bahwa sapi itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak pula muda, pertengahan antara itu. Perintah Allah seharusnya diterima dan langsung dilaksanakan. Tetapi mereka masih belum beranjak mengerjakannya walau penjelasan itu sudah cukup. Bahkan diisyaratkannya agar tidak perlu lagi ada pertanyaan berikut dengan menyatakan, “maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kamu.” Ini sebagai kelonggaran buat mereka. Karena semakin banyak pertanyaan yang diajukan semakin banyak pula jawaban yang memberi ciri dan syarat. Dan ini pada gilirannya semakin mempersulit. Namun demikian, pertanyaan baru mereka tetap muncul, yakni 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.” Sekali lagi Nabi Misa as. menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi itu adalah sapi kuning, yang kuning tua warna kuning-nya. Maksudnya adalah warna yang lahir dari campuran antara hitam dan putih, /agi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.” Konon ia mengkilap bagaikan emas saat terkena sinar matahari. Apakah mereka telah puas? Belum! Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa adanya