Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 249
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 249 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok V ayat 75 wahai kaum muslimin? Tidak wajar engkau berharap terlalu banyak dari mercka. Mengharap atau tamak dalam istilah ayat di atas hanya wajar menyangkut apa yang kira-kira ada di dalam kemampuanmu. Kalau mengharap sesuatu yang berada di luar kemampuan, maka engkau merugikan diri sendiri, bahkan merugikan orang lain. Engkau, wahai Muhammad dan umat Islam tidak akan mampu meyakinkan orang-orang Yahudi itu. Karena itu, apakah wajar kamu mengharap, padahal segolbngan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Memang Nabi Muhammad saw. sangat ingin agar seluruh manusia beriman kepada Allah. Usaha belau sedemikian keras, sampai-sampai Allah berfirman menggambarkan kasih-Nya. “Boleh jadi engkau (dinilai orang hai Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman” (QS. asy-Syu'ara” (26): 3). Kata ( [S ) lakum/ kepada kamu pada ayat ini sepintas tidak diperlukan tetapi sebenarnya ia dicantumkan untuk menjadikan kata (1g p ) yu mini) percaya mengandung makna mengakui. Dari sini dapat dikatakan bahwa penggalan ayat ini mengisyaratkan bahwa sebenarnya mereka percaya kepada Rasul saw. dan percaya kebenaran ajaran Islam, hanya saja mereka enggan mengakuinya karena dengki dan iri hati. Makna ini sejalan dengan firman-Nya yang menegaskan bahwa: “Ahl al-Kitab (Orang yahudi dan Nasrani) mengenalnya (Nabi Muhammad saw.) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui” (QS. al-Baqarah [2}: 146). Lihat obyektivitas al-Qur'an pada kata “segolongan dari mereka”, bukan semua. Yakni bukan semua mereka mengubah, tetapi hanya orang-orang yang iri hati dari pemuka-pemuka agama mereka. Namun demikian, larangan berharap terlalu besar tetap dinasihatkan serta berlaku terhadap semua orang 'ahudi. Karena yang segolongan ini boleh jadi lebih kuat pengaruhnya atau lebih pandai mengemas kebatilan daripada muslimin dalam mengemas kebenaran dan keindahan Islam. Apalagi yang segolongan itu melakukan dosa berganda, mereka mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya. Itu mereka lakukan setelah mereka mengetahui. Itu satu bukti ketidakwajaran mengharap terlalu banyak. Bahwa ayat ini melarang untuk mengharap terlalu banyak, bukan berarti memerintahkan untuk berhenti berdakwah, mengajak mereka kepada kebenaran. Ajakan harus tetap dilanjutkan karena salah satu tujuannya


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 249 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi