Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
~ pe- Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 83 orang tua,-serta' kepada anak-anak yatim, yakni mereka yang belum baligh sedang ayahnya telah wafat dan juga kepada orang-orang miskin, yakni meteka yang membutuhkan uluran tangan. Karena tidak semua orang dapat memberi bantuan kepada yang disebut di atas, maka perintah tersebut disusul dengan perintah, Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia seluruhnya, tanpa kecuali. Setelah memerintahkan hal-hal yang dapat memperkukuh solidaritas mereka disusulkannya perintah itu dengan sesuatu yang terpenting dalam hubungan dengan Allah yaitu /aksanakanlah sebaik mungkin dan bersinambung shalat dan tunaikanlah zakat dengan sempurna. Itulah perjanjian yang mereka sepakati dengan Allah, tetapi ternyata, kemudian kamu wahai Bani Isra tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu berpaling.” Firman-Nya: ( a Yi Og Y) å ta'budûna illa Allah/ kamu tidak menyembah selain Allah, ada yang menerjemahkan kalimat ini dengan janganlah kamu menyembah selain Allah. Terjemahan itu tidak sesuai dengan redaksi ayat, walau keduanya sesuai dengan satu gira'at, yaitu (da Jı Iya Y) ta budi illi Allah. Terjemahan penulis mengandung penekanan yang lebih dalam, karena suatu larangan yang dikemukakan dalam bentuk berita, lebih tinggi penekanannya daripada yang secara tegas berbentuk larangan. Yang berbentuk berita menunjukkan bahwa ia telah dilaksanakan, sedang yang berbentuk perintah boleh jadi tidak dilaksanakan. Secara sedikit rinci hal ini akan diuraikan lebih jauh ketika menjelaskan OS. al-Baqarah (2): 228. Perintah beribadah hanya kepada Allah swt. disusul dengan perintah berbakti kepada orang tua. Memang, mengabdi kepada Allah harus ditempatkan pada tempat pertama, karena Dia adalah sumber wujud manusia dan sumber sarana kehidupannya. Setelah itu, baru kepada kedua orang tua yang menjadi perantara bagi kehidupan seseorang serta memeliharanya hingga dapat berdiri sendiri. Ayat itu dilanjutkan dengan sanak kerabat, karena mereka berhubungan erat dengan kedua orang tua. Demikian seterusnya ayat di atas yang menyusun prioritas bakti dan pengabdian. Ketika menafsirkan QS. al-Baqarah (2): 58 penulis telah kemukakan pendapat al-Harrali tentang makna z)sdn. Pendapat lain dikemukakan oleh ar-Raghib al-Ashfahani. Menurutnya, kata (Yee!) ihsan digunakan untuk dua hal; pertama, memberi nikmat kepada pihak lain, dan kedua, perbuatan baik. Karena itu, kata zpsdn lebih luas dari sekadar “memberi nikmat atau nafkah.” Maknanya bahkan lebih tinggi dari kandungan makna “adi”,