Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
a 1 Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 90 -ei 53 AYAT 90 rk DT. A ai 4 y - at sir » Pa akad Ia dl J3 Ol a JB an Ay Ol gal dg V9 ASN Lana Ing TE GAP, oh Gb ea ye oake Ta AU ja 9 “Alangkah buruknya apa yang telah mereka tukarkan dengan diri mereka sendin yaitu dengan mengkufuri apa yang telah Allah turunkan, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hambuhamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) murka. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” Ayat ini mengecam perbuatan mereka yang dilukiskan oleh ayat yang lalu. Allah berfirman: “Alangkah buruknya apa yang telah mereka tukarkan dengan kebahagiaan diri mereka sendiri yaitu membeli kepada setan kenikmatan duniawi dengan mengkufuri yakni terus-menerus menutupi apa yakni kebenaran wahyu yang telah Allah turunkan melalui nabi dan rasul-rasul-Nya. Mereka mengkufurinya bukan karena tidak mengetahui kebenarannya tetapi karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya yakni menganugerahkan kenabiah kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, yang paling wajar dalam hal ini adalah Nabi Muhammad saw. Maka, karena itu mereka wajar mendapat murka Allah karena kedengkian itu sesudah mendapat murka karena kedurhakaan mereka termasuk keingkaran mereka terhadap Nabi “Isa as. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” Kata (151) isytarau/ telah menukar atau menjual, digunakan dalam bentuk kata kerja masa lampau untuk menunjukkan bahwa penolakan tersebut telah terjadi sebelum turunnya ayat ini. Yakni, penolakan terjadi begitu tersebar berita kedatangan seorang nabi yang bukan dari kelompok Bani Isra'il, yakni Nabi Muhammad saw. di Mekah. Seperti diketahui, ayat ini turun di Madinah. Di sisi lain, kata (1 4S Ot) an yakfuru/ mengkufun, ditampilkan dalam bentuk kata kerja masa kini dan datang (udhari), untuk mengisyaratkan bahwa kekufuran mereka kini terjadi dan akan terus berlangsung. Penolakan mereka itu, bukan karena mereka tidak mengerti, tetapi didorong oleh iri hati, dengki dan keberatan terhadap putusan Allah menurunkan karunia-Nya, yakni dengan mengutus di antara hamba-hamba