Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 291
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 291 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

* 280 r “ Fal Hi Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 102 mempraktekkan sihir, maka Allah juga memerintahkan manusia agar memohon perlindungan kepada-Nya dari sihir dan para penyihir. Jika demikian, semuanya adalah atas kehendak-Nya. Dia yang memberi kemampuan menyihir untuk menguji, dan Dia juga yang membatalkannya jika ada yang bermohon dengan tulus, atau jika mampu lulus dalam ujian. Karena yang mempelajari atau mempraktekkan sihir itu mungkin saja menduga bahwa apa yang dipelajarinya dapat bermanfaat buat dirinya, maka lanjutan ayat 102 di atas menambahkan bahwa, mereka mempelajari sesualu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Kalimat ini mengandung makna bahwa tidak satu sisi pun dari sihir yang dapat menghasilkan manfaat. Bukankah menafikan manfaat menunjukkan ketiadaannya, dan menerapkan mudharat berarti kehadirannya? Lalu, bagaimana dengan orang-orang Yahudi pada masa Nabi Muhammad saw, dan sebelumnya atau sesudahnya? Penutup ayat 102 menjelaskan bahwa: demi Allah, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya kitab Allah dengan sihir itu, adalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Hal ini mereka telah ketahui dan yakini, karena dalam kitab suci mereka sihir dilarang, dan pengajar serta pelakunya diancam dengan siksa yang pedih. Tetapi, pengetahuan dan keyakinan itu tidak berbuah dalam kehidupan nyata, sehingga mereka tidak menyadari bahwa sihir tidak membawa manfaat. Memang, boleh jadi ada keuntungan material atau kelezatan jasmani yang mereka peroleh di dunia, tetapi itu bukanlah manfaat. Itu adalah keburukan, dan amat buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Kata (pw) s1pr/ sihir terambil dari kata Arab (pw) sahar yaitu akbir waktu malam dan awal terbitnya fajar. Saat itu bercampur antara gelap dan terang sehingga segala sesuatu menjadi tidak jelas atau tidak sepenuhnya jelas. Demikian itulah sihir. Terbayang oleh seseorang sesuatu padahal sesungguhnya ia tidak demikian atau belum tentu demikian. Matanya melihat sesuatu, tetapi sebenarnya hanya matanya yang melihat demikian, kenyataannya tidak atau belum tentu demikian. Itulah sihir, paling tidak dalam tinjauan kebahasaan. Ulama berbeda pendapat bukan saja tentang definisinya, tetapi juga hukum mempelajari dan mengamalkannya. Ada yang mendefiniskan sihir sebagai: Pengetahuan yang dengannya seseorang memiliki kemampuan kejiwaan yang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 291 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi