Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VII ayat 105 yang tidak melaksanakan, setelah dia mengetahui bahwa orang Yahudi menggunakannya untuk mengejek, maka ia dapat dinilai ikut memperolokolokkan Nabi. Dan pada saat itu, ia dinilai kafir, dan bagi orang-orang kafir siapa pun dia, Yahudi atau yang mengaku Islam tetapi tidak mengindahkan larangan ini, Allah menyediakan untuknya siksaan yang pedih. AYAT 105 Sea di of as pih Yg Sei jai DA i Syu rse . Gop pih Jaki gS A I a aap aci Â; 3 ya “Orang-orang kafir dari Abi al-Kitab dan orang-orang musyrik tidak senang dengan diturunkannya sedikit kebaiken (pun) kepada kamu dari Tuhan kamu. Allah mengkhususkan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya dan Allah Pemilik karunia yang agung.” Selanjutnya ayat ini mengingatkan kaum muslimin juga agar jangan mempercayai persahabatan sebagian Ahl al-Kitab, yakni yang sifat-sifatnya seperti diuraikan oleh ayat atas. Demikian juga dengan orang-orang musyrik, karena orang-orang kafir dari Abi al-Kitab dan orang-orang musyrik tidak senang yakni tidak menghendaki diturunkannya sedikit kebaikan pun kepada kamu dari Tuban kamu. Makna “sedikit pun” dipahami dari kata () min dan tanwin (bunyi nun) pada kata (» cp) min khairin, yang di atas diterjemahkan dengan “sedikit kebaikan (pun)”, baik yang merupakan kebaikan ruhani seperti al-Qur'an dan petunjuk Allah, rasa aman, dan sebagainya, maupun kebaikan material seperti limpahan mateti. Selanjutnya, sekali lagi Allah mengingatkan latar belakang sikap tersebut, yaitu kedengkian dan iri hati. Padahal Allah mengkhususkan yakni menentukan siapa yang dikehendaki-Nya untuk diberi rahmat-Nya seperti kenabian, wahyu-wahyu, bimbingan, dan limpahan rezeki, dan Allah adalah Pemilik karunia yang agung. Karunia oleh ayat ini dinamai dengan ( (ad!) al-fadb/. Kata ini pada mulanya berarti kelebihan. Allah memiliki kelebihan yang agung, karena segala sesuatu yang terbentang — baik yang diketahui makhluk maupun tidak — adalah milik-Nya, padahal Dia tidak membutuhkan sesuatu. Jika