Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 309
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 309 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok VII ayat 112 berlaku bagı seorang tertentu saja. Tidak) Penggunaan bentuk tunggal itu dimaksudkan untuk mempertegas tindakan masing-masing, orang perorang. Sekali lagi, penggunaan bentuk tunggal itu untuk mengisyaratkan bahwa tidak ada yang masuk surga karena dibawa oleh orang lain. Masing-masing orang berjuang dengan dirinya sendiri, dan masing-masing memperoleh ganjaran sesuai dengan karya dan pengabdiannya. Namun demikian, untuk menghilangkan dugaan keliru itu kalimat selanjutnya menggunakan bentuk jamak, apalagi kini pembicafaan sudah pada hasil yang merupakan ganjaran yang diperoleh bersama. “Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati,” yakni semua yang masuk surga akan hidup aman dan sentosa. “Tidak ada rasa takut menimpa mereka, tidak juga mereka bersedih hati.” Kembali kepada awal redaksi ayat 112: “Siapa yang menyerahkan wajahnya....” Wajah adalah bagian yang termulia dari jasmani manusia. Pada wajah terdapat mata, hidung, dan mulut atau lidah. Kegembiraan dan kesedihan, amarah, rasa takut, dan sedih, bahkan semua emosi manusia dapat tampak melalui wajah. Wajah adalah gambaran identitas manusia, sekaligus menjadi lambang seluruh totalitasnya. Wajah adalah bagian termulia dari tubuh manusia yang tampak. Kalau yang termulia telah diserahkan atau telah tunduk, maka yang lain pasti telah serta merta turut tunduk pula. Siapa yang menyerahkan wajahnya secara tulus kepada Allah, dalam arti ikhlas beramal dan amal itu adalah amal yang baik, maka baginya ganjarannya di sisi Tuhan-nya. Amal di sini, bukan sembarang amal, tetapi amal yang menjadikan ia wajar dinamai dalam ukuran Allah sebagai seorang mubsin yang lebih banyak kebaikannya dari keburukannya. Ganjaran mereka adalah masuk ke surga, bahkan mugkin lebih dari surga, yakni ridha-Nya, dan kenikmatan memandang wajah-Nya. Hal ini secara singkat diistilahkan al-Our'an dengan “Tiada rasa takut menimpa mereka, tidak juga mereka bersedih hati.” Kata (y-£) mubsin telah dijelaskan maknanya ketika menafsirkan QS. al-Baqarah (2J: 59 dan 83. Rujuklah ke sana! Setelah membatalkan dan meluruskan ucapan orang-orang Yahudi dan Nasrani menyangkut surga, Allah kembali mengecam mereka sekaligus memberi indikator tentang maksud ayat 111 dan para pengucapnya. Di sini dinyatakan:


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 309 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi