Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok VII ayat 114 Surah al-Baqarah (2) orang-orang Yahudi, kini kecaman beralih kepada kaum musyrikin Mekah, apalagi ayat sebelumnya telah mempersamakan kaum musyrikin dengan Ahl al-Kitab dalam hal menganggap diri dan kelompoknya yang benar sedang yang lain kelitu dan tidak mempunyai pegangan. Semua dapat dicakup oleh kecaman ayat ini: Siapakah yang lebih aniaya danpada mereka yaitu orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam myid-megid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Merobohkan tidak harus berarti menghancurkan bangunannya, tetapi juga dapat berarti menghalanginya berfungsi sesuai fungsi yang dikehendaki Allah. Mereka itu tdak sepatutnya masuk ke dalamnya, yakni ke mesjid kecuali dengan rasa takut kepada Allah dan takut kepada manusia. Mesjid adalah rumah suci lagi mulia. Mesjid adalah milik Allah. Pemilik rumah-rumah mulia itu harus dihormati dan diagungkan. Itu tercermin dalam rasa takut merobohkannya atau menghalangi fungsinya. Mereka juga seharusnya takut kepada manusia, karena sebentar lagi orangorang mukmin akan mendapat kekuatan sehingga yang berlaku amat aniaya tu, akan dapat ditindak dan dijatuhi sanksi sesuai dengan perbuatan aniaya mereka. Apa yang dimaksud dengan mesjid-mesjid oleh ayat di atas? Dia adalah Mesjid al-Haram di Mekah. Tetapi mengapa ia berbentuk jamak? Bukankah Mesjid al-Hasam sejak dulu hingga kini hanya satu? Benar, tetapi mesjid itu amat agung. Di sana terdapat Ka'bah. Siapa yang shalat di sana mendapat 100.009 ganjaran, padahal di mesjid Madinah hanya 10.000, di Mesjid alAgsha hanya 1000, dan di tempat lain hanya satu ganjaran. Jika demikian, vajar jika Mesjid al-Haram ditunjuk dengan bentuk jamak. Demikian alasan tu pihak dari sejumlah ulama. Yang lain berkata, mesjid adalah semua bangunan yang dikhususkan untuk beribadah kepada Allah, di mana pun berada, termasuk Mesjid alHaram. Bukankah mesjid adalah tempat sujud? Sedangkan Allah telah menjadikan bumi seluruhnya sebagai tempat sujud buat kaum muslimin. Sebagaimana sabda Nabi saw, “Allah menjadikan bumi buat aku dan umatku sebagai tempat sujud dan sarana penyucian”, yakni mensucikan din dengan jalan bertayammum (HR. Bukhari dan Muslim) Betapapun, pada akhirnya mereka yang menghalangi berperannya mesjid sesuai dengan fungsinya — baik Mesjid al-Haram maupun selainnya -akan mendapat kehinaan di dunia, dan ini telah terbukti dengan kekalahan, keterbunuhan dan penawanan sekian banyak tokoh-tokoh musyrik dalam