Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VII ayat 121 Bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi mereka, seperti yang diuraikan oleh ayat 120 ini? Tuntunan ayat itu menyatakan: Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar.” Petunjuk Allah hanya satu. Ini dipahami dari penggunaan bentuk tunggal (4) huwa dan pada kata (M8 (cas) huda Allah/ petunjuk Allah, yakni berarti bahwa petunjuk itulah satu-satunya petunjuk yang sempurna. Tidak ada petunjuk yang benar, kecuali yang bersumber dari Allah serta nilai-nilai ajaran-Nya. Selanjutnya, ayat ini mengingatkan kaum muslimin bahwa orangorang Yahudi dan Nasrani yang dimaksud di atas, bukan hanya mempertahankan keyakinan mereka yang sesat, bahkan mereka juga akan berusaha agar Nabi Muhammad mengikuti keinginan-keinginan yang dilahirkan oleh hawa nafsu mereka. Jika beliau mengikuti kemauan-kemauan hawa nafsu mereka, setelah pengetahuan datang kepada beliau, maka Allah tidak lagi akan menjadi pelindung dan penolong baginya. Keinginan mereka itu banyak dan bermacam-macam, sebagaimana dipahami dari penggunaan kata (sig!) ahwd', yang menggunakan bentuk jamak (plural). Redaksi ayat di atas tertuju kepada Nabi Muhammad saw. Manusia paling bertakwa pun diupayakan oleh orang Yahudi dan Nasrani itu untuk disesatkan, apalagi orang kebanyakan. Di sisi lain, Nabi Muhammad, kekasih Allah dan pilihan-Nya pun diancam oleh-Nya dengan ancaman keras bild mengikuti mereka: “Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” Beliau saja diancam apalagi selain beliau. Sekali lagi, perlu diingat bahwa ayat ini bukan berbicara tentang semua Ahl al-Kitab Obyektivitas al-Our'an terhadap mereka mencapai puncaknya pada ayat berikut: AYAT 121 ud, a AS Ay 4 bay ui N 2 ARE Sesi Mi pih GP byi h “Orang-orang yang lelah Kami berikan al-Kitab, mereka membacanya P bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” Setelah mengancam siapa di antara Ahl al-Kitab yang wajar diperingati dan diancam karena mengubah kandungan al-Kitab, dijelaskan