Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VII ayat 123 disampaikan bahwa tidak akan diterima suatu tebusan darinya. Setelah ditolak, dia mencari jalan lain. Ia menuju kepada seseorang yang dia anggap dapat memberinya syafa'at. Maka datanglah pernyataan kedua, bahwa tidak akan berguna syafa'at untuknya. Demikian, terlihat masing-masing ayat menyesuaikan susunan kata-katanya, sejalan dengan konteks yang dibicarakannya. Dengan membandingkan kedua ayat tersebut, terlihat dengan'jelas bahwa akhir rangkaian ayat-ayat tentang Ahl al-Kitab dalam sekian kelompok ayat-ayat di atas, ditutup sebagaimana awalnya dimulai. Bacalah kembali ayat 40 hingga 48, maka Anda akan temukan ajakan kepada orang Yahudi untuk mengingat nikmat-nikmat Allah dan takut akan siksa hari Kiamat, di mana tidak satu jiwa pun dapat menggantikan jiwa yang lain, tidak juga seseorang dapat memberi syafa'at atau membayar tebusan seperti yang terjadi di dunia, dah tidak juga ada penolong apapun. Pada akhir uraian ini, hal yang serupa ditemukan, yakni ajakan kepada orang Yahudi untuk mengingat nikmat Allah, serta takut akan siksa hari Kiamat, di mana tidak satu jiwa pun dapat menggantikan jiwa yang lain, tidak juga seseorang dapat membayar tebusan, atau menerima syafa'at seperti yang terjadi di dunia, dan tidak juga ada penolong apapun. Bedanya hanya pada apa yang dikemukakan di atas, yakni penempatan kata syafaat dan tebusan dan dengan perbedaan tersebut, tercakuplah uraian menyangkut semua jiwa yang mengharap menerima dan yang berusaha memberi. Dengan demikian, sangat wajar jika setiap orang mempercayai hari Kemudian dan beramal saleh untuk mempersiapkan diri menghadapinya.