Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VIII ayat 129 hikmahnya. Kalau hikmah itu ditemukan, kita bersyukur. Kalau tidak, ia tetap harus dilaksanakan sesuai petunjuk yang diterima itu. Nabi Ibrahim as. memohon agar ditunjukkan cara-cara dan tempat ibadah haji, serta ibadahibadah lainnya, dan Allah mengabulkan doa beliau. Dalam konteks itu juga, Rasul saw. bersabda tentang haji, “Ambillah melalui aku manasik kalian”, yakni tata cara, waktu, dan tempat-tempat melaksanakan ibadah haji. Setelah bermohon untuk ditunjukkan manasik, Nabi Ibrahim melanjutkan doa beliau: Dan terimalah taubat kami atau ilhami jiwa kami dengan kesadaran akan kesalahan, penyesalan, dan tekad untuk tidak mengulangi dosa dan kesalahan kami. Perhatikan bagaimana Nabi suci itu memohon taubat setelah memohon ditunjukkan cara-cara beribadah. Memang, demikianlah sewajarnya. Walaupun ibadah telah dilaksanakan, namun taubat masih harus ferus dimohonkan, karena siapa tahu ibadah tersebut tidak sempurna rukun dan syaratnya, bahkan boleh jadi, 1a disertai nya” dan pamrih. Bukan hanya taubat yang beliau mohonkan, tetapi juga rahmat-Nya. Lihatlah bagaimana beliau mengakhiri permohonan beliau di sini, dengan menyatakan: Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi, atau Penerima tazbat. Ya Allah, Engkau berulang-ulang memberi dan mengilhami manusia kesadaran untuk bertaubat, kemudian menerima taubat mereka setelah kesadaran tersebut mereka buktikan dengan penyesalan, serta permohonafi ampun, yang disertai dengan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan. À: Sifat Allah, Maha Penerima taubat atau Pemberi taubat, dirangkaikan oleh Nabi Ibrahim dengan sifat Maha Pengasih, sehingga akhir doa beliau yang diucapkan di sini bermakna, terimalah taubat kami dan rahmatilah kami, karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. AYAT 129 Zs% Ean ct ras k mA siz e rae P Da a Ta ena A ASP LK egolu y Suls et HH eg Tp Sula D, KATA SI Gi AN UN ea 3) “Tuhan Kami! Utuslah pada kalangan mereka seorang Rasul dari mereka yang terus membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan terus mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hlikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”