Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VIII ayat 141 nabi-nabi itu adalah penganut agama Nastani. Allah mengajarkan jawaban yang sangat membungkam, lebih kurang sebagai berikut: Allah mengajarkan kepada kami bahwa nabi-nabi yang disebut namanya itu, adalah manusiamanusia agung yang menganut agama Tauhid, jauh sebelum datangnya Nabi Misi dan Nabi “Isa as. membawa agama Yahudi dan Nasrani. Pengajaran atau informasi Allah itu berbeda dengan apa yang kalian beritakan. Jika demikian, Katakanlah, “Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah?” Baik mereka maupun kita, tidak mungkin akan berkata: Manusia lebih tahu daripada Allah. Kalau demikian, pasti ada yang menyembunyikan kesaksian, yakni informasi yang diterimanya dari Allah, karena kita semua mengaku memiliki kitab suci dan mengaku mendapat informasi dari-Nya. Sungguh zalim orang yang menyembunyikan kesaksian itu. Mereka — khususnya para pemuka agama mereka — sebenarnya mengetahui bahwa Nabi Ibrahim tidak munkin menganut agama Yahudi yang dibawa oleh Nabi Musa apalagi agama Nasrani yang disampaikan oleh Nabi Isa as. karena nabi Ibrahim as. lahir jauh sebelum kedua nabi itu, karena itu lanjutan ayat di atas mengecam mereka sambil mengisyaratkan bahwa para pemuka agama itu menyembunyikan kebenaran. Ini dipahami dari firman-Nya: Siapa yakni ada-kah yang lebih galim daripada orang yang menyembunyikan syahadah/ kesaksian dari Allah yang ada padanya? “Tidak ada?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. Akhirnya sekali lagi, kecaman, pernyataan, dan dialog di atas ditutup dengan redaksi yang sama dengan penutup kecaman yang lalu (ayat 134): AYAT 141 okani IS KS is aa uk Aw “Itu adalah umat yang telah berlalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagi kamu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang upa yang telah mereka kerjakan.” Betapapun kita berbeda, tak perlu kita saling mencerca atau memutarbalikkan fakta tentang Nabi Ibrahim as. Redaksi ayat ini sama dengan redaksi ayat 134. Kalau di sana ditemukan isyarat bahwa garis keturunan mereka yang sampai kepada Nabi Ya'gub dan Nabi Ibrahim as. tidak akan