Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
345 Kelompok IX ayat 142 Surah al-Baqarah (2) Na ba r. bagaimana sikap yang akan ditampilkan oleh orang-orang Yahudi dan apa yang mereka akan ucapkan bila pengalihan kiblat ke Ka'bah terjadi. AYAT 142 ah A S ge E A pels A A Si i Gr) a JI ya gak o, kr, As-sufaha” (orang-orang yang tengah akalnya) di antara manusia akan Gina Apakah yang memalingkan mereka dari kiblat mereka (Bait al-Magdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Jawablah: “Milik Allah timur dan barat: Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.” As-sufahd' adalah orang-orang yang lemah akalnya, atau yang melakukan aktivitas tanpa dasar, baik karena tidak tahu, atau enggan tahu, atau tahu tapi melakukan yang sebaliknya. Ayat ini masih sangat erat kaitannya dengan sikap orang-orang Yahudi yang dibicarakan dalam ayat-ayat lalu. Itu agaknya yang menjadi sebab, sehingga ayat ini tidak dimulai dengan huruf (3) waxw, yang antara lain digunakan untuk beralih dari satu uraian ke uraian yang lain. Dengan demiktarr, kuat dugaan bahwa yang dimaksud dengan kata as-syjaha' adalah orang-orang Yahudi. Bahwa ayat ini tidak menyebut secara tegas nama mereka, bertujuan memberi sifat us-syfahd” terhadap orang-orang Yahudi yang dibicarakan di sini. Atau boleh jadi juga untuk memasukkan semua orang yang tidak menerima Ka'bah sebagai kiblat, atau yang mencemoohkan Ka'bah dan mencemoohkan umat Islam yang mengarah atau thawaf di sana. Maksud dari ucapan mereka yang direkam oleh ayat di atas yang menyatakan, “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblat mereka yung dabulu mereka telah berkiblat kepadanya?” adalah bahwa tadinya umat Islam mengarah ke Mekah, kemudian ke Bait al-Magdis, atau tadinya mereka mengarah ke Bait al-Magdis sekarang ke Mekah lagi. Kalau mengarah ke Bait al-Magdis atas perintah Allah, maka mengapa sekarang Allah memerintahkan mereka mengarah ke Ka'bah? Tentu ada kekcliruan, atau (Nabi) Muhammad dan kaum muslimin hanya mengikuti hawa nafsu mercka. Tentu ibadah mereka dahulu ketika ke Bait al-Magdis atau di Mekah sana, sudah batal dan tidak ada ganjarannya lagi. Menanggapi ucapan itu Allah memeritahkan Nabi-Nya: Jawablah mereka Milik Allah timur dan