Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 361
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 361 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok IX ayat 144 “Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukar. Palingkanlah wajahmu ke arah Mesjid al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi alKitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Mesjid al-Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” Kata (28) gad yang diterjemahkan dengan sering pada firman-Nya: Sungguh Kami sering melihat wajahmu (penuh harap) menengadah ke langit ada yang memahaminya dalam arti sedikz!, sehingga bila pendapat ini diterima maka terjemahan ayat di atas adalah Kursi sesekah melihat wajahmu dst. Betapa pun, apakah sesekali atau sering, yang jelas, melalui ayat ini Allah menyampaikan kepada Nabi Muhammad saw. bahwa Dia mengetahui keinginan, isi hati atau doa beliau agar kiblat segera dialihkan ke Mekah, baik sebelum adanya informasi dari Allah tentang sikap orang-orang Yahudi bila kiblat di alihkan, lebih-lebih sesudah adanya informasi itu. Ayat di atas kemudian menambahkan uraiannya dengan menyatakan: Maka, guna memenuhi keinginanmu, serta mengabulkan doamu sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai, maka. kini Palingkanlah wajahmu ke arah Mesjid al-Haram. Demikian Allah mengabulkan keinginan Nabi Muhammad saw. Sementara kaum sufi menggaris bawahi bahwa ayat ini memerintahkan mengalihkan wajah, bukan hati dan pikiran. Karena hati dan pikiran hendaklah mengarah kepada Allah swt. Hati dan isinya adalah sesuatu yang gaib, maka sesuai dengan sifatnya itu, ta pun harus mengarah kepada Yang Maha Gaib, sedang wajah adalah sesuatu yang nyata, maka ia pun diarahkan kepada sesuatu yang sifatnya nyata, yaitu bangunan berbentuk kubus yang berada di Mesjid al-Haram itu. Selanjutnya, setelah jelas bahwa keinginan Nabi Muhammad saw. telah dikabulkan, maka perintah kali ini tidak lagi hanya ditujukan kepada beliau sendiri sebagaimana bunyi redaksi penggalan ayat yang lalu, tetapi ditujukan kepada semua manusia tanpa kecuali, sebagaimana dipahami dari tedaksi berikut yang berbentuk jamak, Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya. Å Ayat ini turun ketika Nabi berada di satu rumah di Madinah, yang kini dikenal dengan mesjid Bani Salamah, sehingga di mana saja kamu berada


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 361 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi