Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IX ayat 147 Taurat/ Kitab Perjanjian Lama beberapa teks keagamaan yang tidak sempat mereka ubah, atau tidak mereka sadari sehingga tetap tercantum dan menujukkan kenabian beliau. Misalnya dalam Perjanjian Lama Kitab Ulangan 33: 2 disebutkan bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka dari Seir dan kelihatan ia dengan gemerlap cahaya-Nya dari gunung Paran. Pakar-pakar muslim memahami teks ini sebagai berbicara tentang kedatangan Islam yang berpancar dari Mekah. Gunung Paran menurut Kitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 21: 21 adalah terripat putra Ibrahim yakni Nabi Isma'l bersama ibunya Hajar, memperoleh air (ZamZam), dan dengan demikian yang tercantum dalam Kitab Ulangan di atas mengisyaratkan tiga tempat terpancarnya ajaran Allah, yang dibawa oleh tiga orang nabi yaitu Tursina, tempat Nabi Musa as., Seir tempat Nabi “Isa as. dan Paran yakni Mekah di mana Nabi Isma'il dan ibunya Hajar mendapatkan air Zam-Zam. Siapakah nabi yang datang dari Paran membawa ajaran Iahi itu? Adakah selain Nabi Muhammad saw? Kesaksian sejarah membuktikan bahwa hanya Nabi Muhammad saw. sendiri. Masih banyak teks keagamaan lainnya dalam Kitab Perjanjian Lama dan Baru yang dipahami sebagai menunjuk kehadiran Nabi Muhammad saw. Demikian terbukti bahwa sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. Penggalan ayat ini juga mengisyatkan bahwa Ahl al-Kitab terdiri dari tiga kelompok, kelompok pertama mengetahui dan membenarkan risalah Nabi Muhammad saw., kelompok kedua, mengetahui tetapi menyembunyikan, dan kelompok ketiga mengetahui, mengingkari dan mengubah kitab suci mereka. Betapapun keadaan dan sikap ketiga kelompok tersebut, namun yakinlah bahwa engkau wahai Muhammad saw. dalam kebenaran, seperti bunyi ayat berikut ini: AYAT 147 Una SU SL NI Lal pai pan Wp ian EV Saad Ha JS db daa) “Bagi setiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlombalombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah