Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 372
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 372 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok X ayat 151-152 Surah al-Baqarah (2) ke Ka'bah pada mulanya juga bersumber dari keinginan Nabi saw. yang direstui Allah. Ayat ini mengingatkan kaum muslimin bahwa kebijaksanaan Rasul yang pertama tidaklah keliru bahkan itu pun direstui Allah. Bukankah Allah yang mengutus beliau antara lain untuk mengajarkan al-Hikmah yakni Sunnah Rasul, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun pembenaran terhadap apa yang dilakukan manusia. Ayat ini juga merupakan bukti pengabulan doa Nabi Ibtihim : as. yang dipanjatkannya ketika beliau bersama putranya Isma'il af membangun Ka'bah. Permohonan Nabi Ibrahim di sana berbunyi: “Tuhan kami! Utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah serta menyucikan mereka. S esungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (OS. al- Baqarah (2): 129). Terdapat sedikit perbedaan antara permohonan Nabi Ibrahim as. dengan pengabulan Allah yang disebut dalam ayat 151 yang dibahas ini. Perbedaan tersebut adalah bahwa pada ayat 129 menyucikan di tempatkan pada peringkat terakhir dari empat macam permohonan, yaitu 1) Rasul dari kelompok mereka, 2) Membacakan ayat-ayat Allah 3) Mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah, 4) Menyucikan mereka. Sedang pada ayat yang dibahas ini menyucikan ditempatkan pada peringkat kedua dari lima macam anugerah Allah dalam konteks memperkenankan doa Nabi Ibrahim itu. Lima macam anugerah itu adalah: 1) Rasul dari kelompok mereka, 2) Membacakan ayat-ayat Allah, 3) Menyucikan mereka, 4) Mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah, 5) Mengajarkan apa yang mereka belum ketahui. Di sini terlihat bahwa yang dikabulkan Allah lebih banyak dari apa yang dimohonkan. Lihatlah yang dimohonkan Nabi Ibrahim as. hanya empat macam sedang yang dianugerahkan-Nya sebanyak lima macam yakni terdapat satu yang tidak dimohonkan yaitu mengajarkan apa yang mereka belum ketahui. Ini merupakan nikmat tersendiri, mencakup banyak hal dan melalui sekian cara. Memang sejak dini al-Qur'an telah mengisyaratkan dalam wahyu pertama (Igra) bahwa ilmu yang diperoleh manusia diraih dengan dua cara. Pertama upaya belajar mengajar, dan kedua anugerah langsung dan Allah berupa ilham dan intussi. Hal kedua yang terlihat dari hasil membandingkan permohonan Nabi Ibrahim as. dan pengabulan Allah adalah bahwa Allah mendahulukan apa


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 372 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi