Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 401
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 401 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2 Kelompok XII ayat 177 q orang yang menepati janji mereka apabila mèreka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orangorang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” Firman-Nya: Bukanlah menghadapkan wajah kamu dalam shalat ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Maksudnya, kebajikan atau ketaatan yang mengantar kepada kedekatan kepada Allah bukanlah dalam menghadapkan wajah dalam shalat ke arah timur dan barat tanpa makna, tetapi kebajikan — yang seharusnya mendapat perhatian semua pihak — adalah yang mengantar kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu keimanan kepada Allah, dan lain-lain yang disebut oleh ayat ini. Redaksi ayat di atas dapat juga bermakna: Bukannya menghadapkan wajah ke arah timur dag barat yang merupakan semua kebajikan, atau bukannya semua kebajikan merupakan sikap menghadapkan wajah ke timur dan barat. Menghadap ke timur atau ke barat, bukan sesuatu yang sulit, atau membutuhkan perjuangan, tetapi ada tuntunan lain yang membutuhkan perjuangan, dan di sanalah kebajikan sejati ditemukan. Kepada siapakah ayat ini ditujukan? Kalau melihat konteks ayatayat sebelumnya, tidak keliru jika dikatakan bahwa ia ditujukan kepada Ab! al-Kitab. Mereka bukan saja berkeras untuk tetap menghadap ke al quds Yeråsalem di mana terdapat Dinding Ratap dan Haikal Sulaiman, tetapi juga tidak henti-hentinya mengecam dan mencemoohkan kaum muslimin yang beralih kiblat ke Mekah. Ayat ini seakan-akan berkata kepada mereka “Bukan demikian yang dinamai kebajikan.” Hubungan ayat yang dikemukakan di atas mengisyaratkan pandangan ini. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ayat ini ditujukan kepada kaum muslimin, ketika mereka menduga bahwa mereka telah meraih harapan mereka dengan beralihnya kiblat ke Mekah. Nah, mereka itu yang diperingatkan oleh ayat ini. Pandangan ini baik, apalagi hingga dewasa ini, masih ada yang menduga bahwa kebahagiaan telah diperoleh hanya dengan sekadar shalat menghadapkan wajah ke arah yang ditetapkan Allah yakni Ka'bah, apakah posisinya ketika itu menjadikan Ka'bah berada di sebelah barat atau timurnya — tergantung posisi masing-masing. Bukan hanya itu maknanya. Bisa jadi ayat ini bahkan bemakna: Kebajikan bukan itu, jika shalat yang dilaksanakan hanya terbatas pada menghadapkan wajah tanpa makna dan kehadiran kalbu. Bukankah Allah mengancam mereka yang tidak menghayati makna shalatnya? “Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 401 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi