Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok XII ayat 177 Surah al-Baqarah-(2) yang lalai dari shalatnya, yaitu orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna” (OS. al-Ma'un [107]: 4-7). Namun demikian, pendapat yang lebih baik adalah yang memahami tedaksi ayat tersebut ditujukan kepada semua pemeluk agama, karena tujuannya adalah menggarisbawahi kekeliruan banyak di antara mereka yang hanya mengandalkan shalat atau sembahyang saja. Ayat ini bermaksud menegaskan bahwa yang demikian itu bukan kebajikan yang sempurna, atau bukan satu-satunya kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya kebajikan sempurna itu ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian sebenarbenarnya iman, sehingga meresap ke dalam jiwa dan membuahkan amalamal saleh, percaya juga kepada malaikat-malaikat, sebagai makhlukmakhluk yang ditugaskan Allah dengan aneka tugas, lagi amat taat dan sedikit pun tidak merpbangkang perintah-Nya, juga percaya kepada semua kllab-kitab suci yang diturunkan, khususnya al-Qur'an, Injil, Taurat, dan Zabur yang disampaikan melalui para malaikat dan diterima para nabi, juga percaya kepada seluruh para nabi, manusia-manusia pilihan Tuhan yang diberi wahyu untuk membimbing manusia. Setelah menyebutkan sisi kermanan yang hakikatnya tidak nampak, ayat ini melanjutkan penjelasan tentang contoh-contoh kebajikan sempurna dari sisi yang lahir ke permukaan. Contoh-contoh itu antara lain berupa kesediaan mengorbankan kepentingan pribadi demi orang lain, sehingga bukan hanya memberi harta yang sudah tidak disenangi atau dibutuhkan — walaupun ini tidak telarang — tetapi memberikan harta yang dicintainya secara tulus dan demi meraih cinta-Nya kepada kerabat — anak-anak yatim, orangorang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan, dan orang-orang yang meminta-minta, dan juga memberi — untuk tujuan memerdekakan hamba sahaya, yakni manusia yang diperjualbelikan, dan atau ditawan oleh musuh, maupun yang hilang kebebasannya akibat penganiayaan, melaksanakan shalat secara benar sesuai syarat, rukun, dan sunnah-sunnahnya, dan menunaikan sakat sesuai ketentuan dan tanpa menuda-nunda, setelah sebelumnya memberikan harta yang dicintainya selain zakat dan orang-orang yang terus menerus menepati janji-nya apabila ia berjanji. Dan adapun yang amat terpuji adalah orang-orang yang sabar yakni tabah, menahan diri dan berjuang dalam mengatasi kesempitan, yakni kesulitan hidup seperti krisis ekonomi, penderitaan, seperti penyakit atau cobaan, dan dalam peperangan, yakni ketika perang sedang berkecamuk, mereka itulah orang-orang yang benar, dalam arti sesuai sikap, ucapan, dan perbuatannya dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.