Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok XIV ayat 185 Surah al-Baqarah (2) maka sudah wajib puasa dan berlebaran atas seluruh umat Islam, selama ketika melihatnya, penduduk yang berada di wilayah yang disampaikan kepadanya berita kehadiran bulan itu, masih dalam keadaan malam. Jika selisih waktu antara satu kawasan dengan kawasan lain belum mencapai jarak yang menjadikan perbedaan terjadinya malam di satu kawasan dan siang di kawasan lain, maka dalam keadaan seperti itu puasa telah wajib bagi semua. Selisih waktu antara Jakarta dengan Saudia Arabia atau Mesir, tidak lebih dari empat atau lima jam. Awal malam di Timur Tengah belum lagi tengah malam di Jakarta. Jika terlihat bulan di Timur Tengah maka masyarakat muslim Indonesia sudah wajib berpuasa. Ini berbeda dengan beberapa wilayah di Amerika Serikat dengan Indonesia. Perbedaan waktu dapat begitu panjang antar kedua wilayah ini, sehingga ketika matahari terbit di sini bisa jali ia telah terbenam di sana, sehingga jika Indonesia yang melihat bulan, maka masyarakat muslim di sana belum wajib berpuasa. Demikian pula sebaliknya. Tetapi jika masyarakat Muslim di Mekah melihatnya, maka baik masyarakat muslim di Indonesia maupun di Amerika kesemuanya telah wajib berpuasa, karena betapapun perbedaan waktu terjadi, semuanya — ketika di satu tempat terlihat bulan — masih dalam keadaan malam. Sungguh jika ini dilaksanakan, maka akan banyak waktu, tenaga, dan biaya yang dihemat, bahkan salah satu sumber perselisihan antar umat Islam dapat teratasi. Melihat atau mengetahui kehadiran bulan sabit Ramadhan adalah tanda kewajiban berpuasa, sebagaimana melihat atau mengetahui kehadiran bulan sabit Syawal adalah tanda berakhirnya puasa Ramadhan. Hari kesembilan dari kehadiran bulan Dzulhijjah adalah hari wuguf di Arafah. Dan banyak kewajiban atau anjuran agama yang dikaitkan dengan bulan. Mengapa bulan, bukan matahari? Manusia tidak dapat mengetahui bilangan hari hanya dengan melihat matahari, karena titik pusat tata surya yang berupa bola dan memancarkan cahaya itu tidak memberi tanda-tanda tentang hari-hari yang berlalu atau yang sedang dan akan dialami manusia. Setiap hari, matahari muncul dan terlihat dalam bentuk dan keadaan sama, yang berbeda dengan bulan. Matahari hanya menunjuk perjalanan sehari, jika ta terbit, maka itu tanda hari sudah pagi, jika telah naik sepenggalahan, maka ia menjelang tengah hari, dan bila terbenam, maka sehari telah berlalu, atau malam telah tiba. Anda tidak dapat mengetahui keadaan siang melalui bulan, karena 1a tampak di waktu malam, tetapi Anda dapat mengetahui awal kehadiran