Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 428
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 428 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok XV ayat 189 Surah al-Baqarah (2) Firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit, mengapa bulan pada mulanya terlihat seperti sabit, kecil, tetapi dari malam ke malam ia membesar hingga mencapai purnama, kemudian mengecil dan mengecil lagi, sampai menghilang dari pandangan? Katakanlah, “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda wakiu bagi manusia. Waktu dalam penggunaan al-Qur'an adalah batas akhir peluang untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Ia adalah kadar tertentu dari satu masa. Dengan keadaan bulan seperti itu manusia dapat mengetahui dan merancang aktivitasnya sehingga dapat terlaksana sesuai dengan masa penyelesaian (waktu) yang tersedia, tidak terlambat, apalagi terabaikan dengan berlalunya waktu, dan juga untuk waktu pelaksanaan ibadah baji. Seperti terlihat di atas, jawaban yang diberikan ini tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Karena jawaban yang seharusnya diberikan adalah bahwa bulan memantulkan sinar matahari ke bumi melalui permukaannya yang tampak dan terang hingga terbitlah sabit. Apabila pada paruh pertama, bulan berada pada posisi di antara matahari dan bumi, bulan itu menyusut yang berarti muncul bulan sabit baru. Dan, apabila berada di arah berhadapan dengan matahari, di mana bumi berada di tengah, akan tampak bulan purnama. Kemudian putnama itu kembali mengecil sedikit demi sedikit sampai ke paruh kedua. Dengan demikian sempurnalah satu bulan Qamariyah selama 29,5309 hari. Atas dasar ini dapat ditentukan penanggalan Arab, sejak munculnya bulan sabit hingga bulan tampak sempurna sinarnya. Bila bulan sabit tampak seperti garis tipis di ufuk barat, kemudian tenggelam beberapa detik setelah tenggelamnya matahari, ketika itu dapat terjadi rukyat terhadap bulan. Demikian ditentukan perhitungan waktu melalui bulan, demikian juga diketahui permulaan dan akhir masa pelaksanaan ibadah haji. Penyebutan haji secara khusus untuk menegaskan, bahwa ibadah tersebut mempunyai waktu tertentu, tidak boleh diubah dengan mengajukan atau menundanya, seperti yang dilakukan oleh orangorang musyrik melalui praktek apa yang dinamai oleh al-Qur'an dengan (up) nasi: “Sesungguhnya nasi” mengundur-undurkan bulan Haram itu adalah menambah kekafiran” (QS. at-Taubah (9): 37). Kembali kepada pertanyaan sahabat Nabi di atas, al-Qur'an tidak menjawabnya sesuai dengan harapan mereka, tetapi memberi jawaban lain yang lebih sesuai dengan kepentingan mereka. Hal serupa banyak terjadi dengan tujuan mengingatkan penanya bahwa ada yang lebih wajar ditanyakan daripada yang telah diajukan. Memang al-Qur'an mendidik


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 428 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi