Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 433
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 433 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Pn Laai y! , Surah al-Baqarah (2 Kelompok XV ayat 193 K 1 y 47 Setelah dalam ayat yang lalu dijelaskan kapan peperangan dimulai, maka ayat ini menjelaskan kapan peperangan harus dihentikan. Dun perangilah mereka itu, sehingga tidak ada lagi fitnah yakni syirik dan penganiayaan. Ini jika yang dimaksud dengan kata mereka adalah kaum musyrikin Mekah pada masa Nabi. Karena memang, telah digariskan Allah bahwa kota Mekah harus bersih dari segala bentuk syirik serta menjadi kota damai lahir dan batin bagi siapa pun yang mengunjunginya. Karena itu, kaum musyrikin yang melakukan penganiayaan baik terlradap dirinya melalui keengganan mengesakan Allah, apalagi yang menganiaya orang lain, tidak dibenarkan berada di Mekah. Yang enggan meninggalkannya harus dipaksa keluar, bahkan kalau perlu dibunuh sehingga dengan demikian ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Setiap negara mempunyai wewenang yang dibenarkan hukum internasional untuk menetapkan siapa yang berhak masuk di wilayahnya. Ada syarat-syarat yang ditetapkan oleh masing-masing, longgar atau ketat untuk maksud kunjungan atau menetap di suatu wilayah. Dari sini, setiap negara menetapkan perlunya visa (izin masuk) ke wilayahnya. Tidak satu negara — betapapun demokratisnya — mengizinkan seseorang memasuki wilayahnya jika yang bersangkutan dinilainya akan mengganggu keamanan atau mengeruhkan pikiran dan kesucian wilayahnya. Itulah yang digariskan oleh ayat di atas terhadap orang-orang musyrik, khusus menyangkut bertempat tinggal bahkan masuk ke kota Mekah. Kembali ke ayat di atas. Jika yang dimaksud dengan kata mereka pada ayat ini adalah mereka yang secara umum melakukan agresi terhadap kaum muslimin, maka kata fitrah berarti segala bentuk ketidakadilan, baik penganiayaan fisik, maupun kebebasan beragama, karena hal itu merupakan salah satu bentuk permusuhan. Nah, Jika mereka berhenti dari memusuhi kamu, maka tidak ada permusuhan lagi, baik dari kaum muslimin maupun dari Allah, kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Orang-orang yang zalim, dalam ayat ini — mencakup orang-orang kafir yang terus melakukan agresi, dan juga kaum muslimin yang melanggar tuntunan penghentian permusuhan itu. Dan jika itu terjadi, maka Allah akan membiarkan mereka dilanda agresi dan permusuhan melalui makhluk atau manusia-manusia lain. Setelah mengizinkan peperangan di semua tempat walaupun di Mesjid al-Haram, dan di bulan Haram, maka ayat selanjutnya menjelaskan mengapa demikian.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 433 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi