Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 442
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 442 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok XVI ayat 197 Perintah bertakwa yang merupakan upaya sunguh-sungguh menghindari siksa dan sanksi Allah juga menjadi perlu, karena beraneka ragamnya perintah dan larangan dalam pelaksanaan ibadah haji. Sebagian dapat terjangkau maknanya oleh nalar orang kebanyakan dan sebagian lainnya tidak demikian. Di sisi lain, waktunya yang berkepanjangan memberi peluang lahirnya godaan-godaan nafsu dan setan, apalagi ibadah tersehut dilaksanakan di daerah yang terbatas wilayahnya dan dalam iklim yang seringkali tidak bersahabat. Di tambah lagi dengan keterlibatan sekian banyak manusia yang sangat beragam jenis, warna kulit, tingkat pengetahuan, kemampuan, dan status sosialnya. Setelah menjelaskan beberapa ketentuan yang berkaitan dengan haji, ayat-ayat berikut menjelaskan tentang waktu pelaksanaannya. AYAT 197 5 3 Kos aa ae aa y Te Mar Da ar, erer a ge jae dan fl up Jite Yy G pd Yy L Ha A ad DG aa 3. ‘z b 2 2 Tenun A 3. Te. te a Da sa Ë s 2 Fi Ò iy SAI I A OD er 1 Kalah Ga d giv ò i EF Ņ “Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang mewajibkan (atas dirinya) untuk berhaji dalam bulan-bulan itu, maka tidak ada rafats, tidak ada kefasikan dan tidak ada berbantah-bantahan di dalam haji. Dan apapun yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah! Maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai Ulu al-Albab.” Musim atau waktu haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, yaitu bulan-bulan Syawal, Dzulga'dah, dan 9 Dzulhijjah, ditambah malim kesepuluh, yakni malam hari lebaran Idul Adha. Ayat ini tidak menyebut kata “musim” atau “waktu” dalam redaksi di atas. Itu untuk memberi kesan bahwa bulan-bulan itu sendiri memiliki kesucian pada dirinya dan akibat terlaksananya ibadah haji ketika itu. Kesan ini pada gilirannya mengharuskan setiap orang, baik yang melaksanakan haji maupun yang tidak, untuk menghormatinya dan memelihara kesuciannya dengan mengnhidari bukan hanya peperangan tetapi juga segala macam dosa.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 442 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi