Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok XVI ayat 199 Surah al-Baqarah (2) pe YA kni Kami perintahkan bertolaklah kamu wahai kelompok yang merasa diri lebih suci dari yang lain, bertolak setelah selesai wukuf di Arafah dari tempat bertolaknya orang-orang banyak, yakni dari Arafah. Dan mohonlah ampun dari Allah atas kesalahan dan dosa-dosa kamu selama ini, antara lain merasa diri lebih tinggi dan suci dari banyak orang, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Rangkaian urutan kata ( é) tsummaj kemudian di atas, bukan dalam arti melakukan sesuatu sesudah sesuatu yang lain, karena jika demikian, bertolak dari Arafah baru dilaksanakan setelah berada di Muzdalifah. Bukankah yang diuraikan oleh ayat yang lalu adalah menyangkut persinggahan di Muzdalifah, bahkan dalam ayat itu pula telah disebutkan tentang keberangkatan: dari Arafah? Jika demikian, kata kemudian bukan dalam arti rangkaian urutan tersebut. Di sini ia menunjuk kepada tingkat dan kedudukan. Seperti diketahui, dahulu sebagian masyarakat Jahiliah khususnya suku Ouraisy merasa status sosialnya lebih tinggi dari suku-suku yang lain, sehingga mereka tidak bertolak dari Arafah. Mereka enggan wukuf di Arafah, karena itu mereka bertolak dari Muzdalifah: “Kami penduduk Mekah, kami tidak sama dengan penduduk lain, kami memiliki keistimewaan” begitu kata mereka. Mereka yang dinamai kelompok (meki) a-hums itu sangat kuat grah keagamaannya sehingga melakukan praktek-praktek yang tidak sejalan dengan tuntunan Nabi Ibrahim as. Mereka bahkan berthawaf dalam keadaan tidak berbusana, karena beranggapan busana yang mereka pakai telah ternodai oleh dosa, sehingga tidak wajar bila dipakai menghadap Allah swt atau memasuki rumah-Nya. Kepada merekalah perintah bertolak dari tempat orang-orang bertolak ini ditujukan, yakni dari tempat orang banyak bertolak, atau dari tempat Nabi Ibrahim as. bertolak, yaitu Arafah. Menafsirkan kata an-nds/ banyak orang di atas dengan Nabi Ibrahim as. mempunyai dasar yang cukup kuat, di ayat lain pun beliau dinamai umat (OS. an-Nabl (16): 20), karena dalam diri beliau terkumpul sekian banyak keistimewaan yang maha agung, yang tidak dapat terhimpun kecuali melalu: banyak orang. Kembali kepada kata kemudian yang mendahului perintah bertolak tersebut, ia dipahami sebagai mengisyaratkan betapa tinggi kedudukan bertolak dari Arafah dibanding bertolak dari Muzdalifah, yang tidak dibenarkan agama itu. Perintah bertolak dari tempat orang banyak bertolak, mengandung makna bahwa segala bentuk perbedaan status sosial antar sesama manusia