Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 457
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 457 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

D L447: Kelompok XVII ayat 206 Surah al-Baqarah (2) pa s mg AYAT 206 ” a ” z E Y iga iiy g h Hyi sal dea ha J3 y “Apabila dikatakan kepadanya, Bertakwalah kepada Allah. Bangkit dalam dirinya kesombongan yang menyebabkan ia berbuat dosa (lebih banyak lagi), maka cukuplah baginya Jahannam sebagai seburuk-buruk tempat tinggal.” Apabila dikatakan kepadanya oleh siapa pun, “bertakwalah kepada Allah,” yakni hindarilah hal-hal yang dapat mengakibatkan jatuhnya sanksi Allah kepadamu dan tempuhlah jalan lain, dan sesuaikanlah tindakanmu dengan ucapanmu, laksanakan janji-janji kampanyemu dan lain-lain, ia menolak nasihat itu dengan ucapannya atau tindakannya, bahkan tampil sifatnya yang mendarah daging pada dirinya, yakni angkuh, sombong, sehingga menyebabkan ia lebih banyak berdosa. Memang banyak orang yang lupa diri setelah memperoleh kekaguman, bertindak sewenang-wenang dan merasa diri selalu benar sehingga tidak bersedia menerima saran apalagi teguran. Ini terjadi bukan hanya pada penguasa-penguasa besar, tetapi juga yang merasa kuat dan berkuasa. Allah mengancam mereka dengan singkat, bahwa jika demikian itu sikapnya, enggar menerima saran dan teguran, maka cukuplah balasannya baginya di akhirat nanti neraka Jahannam. Sungguh neraka Jahannam itu seburuk-buruk lempat tinggal. Tempat tinggal mereka di neraka oleh ayat di atas ditunjuk dengan kata (34 ) mzhid, yang pada mulanya berarti ayunan. Tempat ini diibaratkan dengan ayunan, dari segi kenyataan bahwa ayunan menjadikan seseorang tidak dapat bergerak leluasa, sehingga ia bagaikan bayi dalam kesempitan dan keterbatasan gerak. Kalau yang demikian itu cukup di akhirat, maka untuk di dunia jangan berhenti menasihati dan menegur bahkan mencegahnya melakukan perusakan. Ayat ini memberi isyarat, bahwa Allah tidak turun tangan mencegah orang-orang munafik untuk berkuasa, tidak juga mencegah mereka melakukan perusakan. Allah hanya menjajikan siksa di akhirat buat mereka. Adapun di dunia, mereka harus dihadapi oleh orang-orang mukmin sampai aktivitasnya berhenti. Salah satu upaya tersebut adalah menasihati, menegur dan membuka kedoknya sehingga ia tahu bahwa orang-orang mukmin tidak teperdaya oleh ucapan-ucapannya yang indah.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 457 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi