Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok I ayat 2 Surah al-Fatihah (1) dipuji, sebagaimana terlihat dari lahir redaksinya, atau redaksi yang berbentuk berita itu dimaksudkan sebagai perintah untuk memuji-Nya serta mengucapkan kalimat semacam itu. Mayoritas ulama memahaminya dalam arti perintah dari Allah swt. kepada manusia untuk memuji-Nya. Bahwa redaksinya dalam bentuk berita, karena 1a dimaksudkan untuk menetapkan kemantapan, kekhususan dan kesinambungan pujian itu kepada Allah swt. sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Jika kalimat tersebut berupa perintah yang tegas misalnya dengan menyatakan Pwjilah Allah, maka perintah ini telah terlaksana walau hanya sekali diucapkan, artinya walau tidak berkesinambungan. Sebagaimana ia juga telah terpenuhi walau pujian yang dilakukan tidak hanya khusus kepada Allah swt. Nah, untuk menghindari pemahaman itu, maka dipilih bentuk redaksi seperti bunyi ayat ini, tetapi dengan tujuan perintah memuji-Nyd sekaligus pengajaran bagaimana cara memuji-Nya. Dalam al-Qur'an ditemukan sekian ayat yang secara tegas memerintahkan untuk mengucapkan kata al-bamdu Jillah (antara lain QS. al-Mu’minùn [23]: 28, QS. Luqman (31): 25 dan lain-lain). Bahkan pujian kepada Allah seringkali dikastkan diperintahkan untuk dikaitkan dengan penyucian kepada-Nya seperti firman-Nya: Fa sabbih bi bamdi Rabbika