Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Fatihah (1) Kelompok 1 ayat 3 Pemeliharaan tidak dapat terlaksana dengan baik dan sempurna kecuali bila disertai oleh rahmat kasih sayang. Oleh karena itu, ayat ini menggaris bawahi kedua sifat Allah ini setelah sebelumnya menegaskan bahwa Allah adalah Pemelihara seluruh alam. Pemeliharaan-Nya itu, bukan atas dasar kesewenang-wenangan, tetapi diliputi oleh rahmat dan kasih sayang. Ayat ketiga ini tidak dapat dianggap sebagai pengulangan sebagian kandungan ayat pertama (Basmalah). Kalimat ar-Rahmdn dan ar-Ruhim dalam ayat ketiga ini bertujuan menjelaskan bahwa pendidikan dan pemeliharaan Allah sebagaimana disebutkan pada ayat kedua, sama sekali bukan untuk kepentingan Allah atau sesuatu pamrih seperti halnya seseorang atau perusahaan yang menyekolahkan karyawannya. Pendidikan dan pemeliharaan tersebut semata-mata karena rahmat dan kasih sayang Tuhan yang dicurahkan kepada makhluk-makhluk-Nya. Penekanan pada sifat ar-Rahmdn dan ar-Rahim di sini dapat juga bertujuan menghapus kesan atau anggapan yang boleh jadi ditimbulkan oleh kata Rabb, bahwa Tuhan memiliki sifat kekuasaan mutlak yang cenderung sewenang-sewenang. Dengan disebutkannya sifat Rahman dan Rahim, kesan tentang kuasa mutlak akan bergabung dengan kesan rahmat dan kasih sayang. Ini mengantar kepada keyakinan bahwa Allah swt. adalah Maha Agung lagi Maha Indah, Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Seakanakan dengan menyebut kedua sifat tersebut, Allah swt. mengundang para makhluk untuk datang ke hadirat-Nya demi memperoleh keridhaan-Nya, dan dengan demikian hati mereka menjadi lapang dan jiwa mereka menjadi tenang, apapun yang mereka alami dan bagaimanapun keadaan mereka. Banyak ulama berpendapat bahwa kata ar-Rapmdn dan ar-Rahim keduanya terambil dari akar kata yang sama, yakni Rahmat, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa kata ar-Rapman tidak berakar kata, dan karena itu pula — lanjut mereka — orang-orang musyrik tidak mengenal siapa arRahman. Ini terbukti dengan membaca Firman-Nya: “Apabila diperintahkan kepada mereka sujudlah kepada ar-Rakman mereka berkata: Siapakah ar-Rabman itu? Apakah kami bersujud kepada sesuatu yang engkau perintahkan kepada kami? Perintah ini menambah mereka enggan