Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Fatihah (1) Kelompok II ayat 5 Tetapi, kerja keras dan ketabahan saja belum cukup untuk mencapai bantuan Ilahi. Masih dibutuhkan lagi shalat, baik dalam arti “doa” maupun dalam arti gerak dan bacaan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam agar Tuhan mewujudkan apa yang diharapkan itu. Dalam sebuah hadits yang cukup panjang antara lain Nabi Muhammad saw. bersabda: “Allah akan selalu memberi bantuan kepada seseorang selama ia memberi bantuan kepada saudaranya (sesamanya manusia).” Kalau demikian, maka bantuan Allah yang didambakan akan datang melalui kerjasama antara manusia. Sebagai makhluk sosial, setiap orang harus sadar bahwa ia tergantung kepada pihak lain, di mana kebutuhannya tidak dapat terpenuhi melalui usahanya, atau usaha kelompoknya bahkan usaha bangsanya sendiri. Hidup baru mungkin dan terasa nyaman apabila dibagi dengan orang lain, sehingga masing-masing berperan serta dalam menyediakan kebutuhan bersama. Kehidupan kemasyarakatan yang sehat adalah pada saat setiap anggotanya menghargai anggota yang lain betapapun terdapat perbedaan pendapat, ras, suku atau kepercayaan dan agama. Kesemua anggota masyarakat harus menghargai aturan, kode etik, batasan, serta menawarkan cinta kasih kepada anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian setiap orang tidak menginginkan untuk orang lain apa yang tidak diinginkan olehnya sendiri. Kalau ini dapat diwujudkan maka syarat pertama dari kehadiran bantuan Ilahi telah terpenuhi. Ayat di atas mendahulukan #yyaka na'budu atas iyyaka nasta'in serta mengulangi kata ¿yydka. Ibadah merupakan upaya mendekatan diri kepada Allah, karena itu ia lebih wajar untuk didahulukan daripada meminta pertolongan-Nya. Bukankah sebaiknya Anda mendekat sebelum meminta? Di sisi lain ibadah dilakukan oleh yang bermohon sedang meminta bantuan adalah mengajak pihak lain untuk ikut serta. Memulai dengan upaya yang dilakukan sendiri, lebih wajar didahulukan daripada upaya dengan meminta bantuan pihak lain. Selanjutnya salah satu hal yang diharapkan bantuanNya adalah menyangkut ibadah itu sendiri, sehingga menjadi sangat wajar menyebut ibadah terlebih dahulu yang merupakan azam dan kebulatan tekad si pemohon baru kemudian memohon agar dibantu antara lain dalam meraih kesempurnaan ibadah dimaksud. Ini dari segi makna, sedang dari segi redaksi, adalah lebih tepat menyebut zasta fn sebagai akhir ayat agar iramanya sama atau mirip dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Pengulangan kata zyydka perlu, karena ŝyyâka yang berkaitan dengan ibadah mengandung arti pengkhususan mutlak. Tidak diperkenankan