Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 98
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 98 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Fatihah (1) Kelompok II ayat 7 menimbulkan penyesalan, bahkan siksaan paling sedikit adalah siksaan batin. Kalau bukan sesaat sesudah pelanggaran itu, maka tentu pada akhirnya. Tentang siapakah a/-maghdhib ‘alaihim, ayat ini tidak menjelaskannya. Sementara ulama tafsir berdasarkan keterangan suatu hadits Nabi saw. menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi. Al-Qur'an juga memberitakan bahwa orang-orang Yahudi mengenal kebenaran namun enggan mengikutinya. Atas dasar ini, para ulama tafsir lain memperluas pengertian al-maghdhiib 'alaihim sehingga mencakup semua yang telah mengenal kebenaran namun enggan mengikutinya. Memang, penjelasan Rasul saw. tentang arti penggalan ayat di atas hanya sekadar sebagai contoh konkret yang beliau angkat dari masyarakat beliau. Mereka adalah orang-orang yang wajar mendapat siksa atau ancaman siksa Tuhan karena perbuatan-perbuatannya. Penjelasan Rasul ini tentunya bukan berarti bahwa seluruh Bani Isra”! (orang Yahudi) mendapat murka. Yang mendapat murka hanyalah mereka yang melakukan pelanggaran. Sebaliknya orang yang bukan Yahudi apabila melakukan pelanggaran yang sama tentu terancam pula dengan murka serupa. Murka dan nikmat Allah tidak dibagi-Nya atas dasar ras, bangsa dan keturunan, tetapi atas dasar niat dan tingkah laku. Al-Qur'an menegaskan dan kesaksian sejarah membuktikan bahwa sunnatullah tidak berubah, tidak pula membeda-bedakan: “Sebagai sunnatullah yang berlaku alas orang-orang yang terdahulu sebelum (kamu) dan kamu sekali-kali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatullah” (QS. al-Ahzab (33): 62). Wajar sekali Rasul saw. memberi contoh itu (orang Yahudi), karena dari dua puluh empat kali kata “ghadhab” dalam berbagai bentuk yang tercantum dalam al-Our'an, dua belas kali adalah dalam konteks pembicaraan tentang pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh orangorang Yahudi. Sedang sisanya berkisar pada pembicaraan tentang “amarah” sebagai naluri manusia, atau “murka Tuhan” yang ditujukan kepada orangorang musyrik, atau penyembah berhala, orang munafik yang mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad saw., atau bahkan orang-orang muslim yang melakukan pelanggaran tertentu. Melihat penggunaan dan konteks tersebut wajar bila Yahudi dijadikan sebagai contoh konkret untuk arti “al-maghdhib 'alaihim.” Setelah menelusuri ayat-ayat al-Qur'an dapat disimpulkan bahwa pelanggaran orang Yahudi yang mengakibatkan murka Tuhan mencakup: 1. Mengingkari tanda-tanda kebesaran Ilahi, 2. Membunuh para nabi tanpa alasan yang benar,


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 98 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi